Kesehatan

Sepanjang 2024 Ada 15.547 Kasus DBD se-Jateng, Dinkes: Pasien Meninggal 244, Mayoritas Anak-anak

×

Sepanjang 2024 Ada 15.547 Kasus DBD se-Jateng, Dinkes: Pasien Meninggal 244, Mayoritas Anak-anak

Sebarkan artikel ini
ilustrasi nyamuk DBD Jawa Tengah
Ilustrasi nyamuk. (Foto: Pexels/Pixabay)

BACA JUGA: Waspada Ancaman Penyakit di Musim Hujan, dari DBD hingga Leptospirosis

Dinkes beberkan alasan anak-anak rentan terkena DBD

Mayoritas anak-anak masih menjadi pasien DBD terbanyak di Jawa Tengah. Alasannya, kata Irma, daya tahan tubuh anak-anak lebih rentan ketimbang orang dewasa.

“DBD itu kan infeksi virus, otomatis kaitannya erat sekali dengan daya tahan tubuh, anak-anak lebih rentan. Kalau sudah pernah terkena DBD yang parah, infeksi pertama itu paling berat biasanya, karena kedua dan ketiga kan sudah mengenali, sudah ada respons, pasukan tubuh untuk melawan sudah ada,” jelas Irma.

Untuk anak-anak, DBD biasanya menyerang pertama kali. Sehingga mereka Irma sebut lebih rentan jika terkena DBD.

“Kalau anak-anak kan mungkin infeksi pertama rata-rata, jadi lebih rentan. Kalau anak-anak lebih gampang shock, DBD itu kan paling orang takuti adalah kejadian jatuh ke shock syndrome-nya alias DSS,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp