Upi Asmaradhana yang menjadi pemapar Trusted News Indicator mengajak media anggota AMSI untuk memperjuangkan kepercayaan publik termasuk brand safety. Upi sendiri ialah CEO Kabar Group Indonesia (KGI) Network sekaligus Koordinator wilayah AMSI Indonesia Timur.
Media anggota AMSI dapat menerapkan setidaknya dari 11 point trustworthynews indicator yang sudah AMSI buat dengan banyak mendapatkan masukan dari banyak pihak.
“Banyak survei menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap media di Indonesia rendah. Semoga dengan workshop, diskusi, dan FGD yang dilakukan akan berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan terhadap media. Dan semoga pengiklan juga bisa beralih ke media arus utama,” kata Upi.
Pada sesi diskusi, Legenda Hidup Pasar Modal Indonesia yang juga CEO Vier Corporation, Vier Abdul Jamal mengatakan investor membutuhkan media yang kredibel dan terpercaya dengan berita yang mendalam dan berbasis analisis data.
“Pemberitaan akan berdampak powerfull untuk supporting industri dan market. Kita harus belajar pada pasar modal Hongkong di mana berita menjadi supporting atau informasi yang menginspirasi pasar. Setiap hari RTI Bisnis memperlihatkan market mover, kenapa sahamnya bergerak karena aksi korporasi. Pers harus mengikuti bagaimana tren saham terbang termasuk dari insider informasi,” katanya.
Peran Media Terpercaya Dorong Laju Ekonomi
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menyebutkan 48% Usaha Kecil Menengah (UMKM) ialah para perempuan yang menjalankan. Di sini pentingnya trusted news Indicator, peran media yang bukan hoaks dalam mendorong ekonomi sejalan dengan yang Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) upayakan.
“Bagaimana agar dunia usaha bisa sustain dan naik kelas, informasi dan promosi dari media anggota AMSI penting untuk IWAPI. Ke depannya harus dijalankan upaya kerja sama nyata antara IWAPI – AMSI untuk mendukung dunia usaha perempuan,” kata Nita Yudi, Ketua Umum IWAPI.
BACA JUGA: Agustina Wilujeng: Jateng Digital Conference AMSI Wadah Sebaran Informasi yang Efektif





