SEMARANG, beritajateng.tv – Dunia sepak bola tanah air sedang diramaikan oleh fenomena unik pada Posisi Direktur Teknik Liga 2. Regulasi ketat yang melarang pelatih asing menjabat sebagai nahkoda utama di kompetisi Liga 2 Championship memaksa manajemen klub memutar otak. Alih-alih memulangkan para ahli strategi internasional tersebut, klub-klub justru memberikan jabatan mentereng sebagai Direktur Teknik (Dirtek).
Efek Regulasi ini menciptakan tren baru di mana ilmu sepak bola modern tetap masuk ke kasta kedua melalui masukan strategis kepada pelatih lokal.
Hingga musim 2025-2026, tercatat ada empat klub yang secara resmi menggunakan jasa warga negara asing untuk mengisi struktur teknis tertinggi mereka demi meningkatkan kualitas permainan.
BACA JUGA : PSIS Masih Terjepit di Zona Degradasi Liga 2 Usai Ditahan Imbang Persela
Daftar Direktur Teknik Asing dan Posisi Klasemen Tim
Kehadiran para pakar bola dari Belanda hingga Amerika Latin ini memberikan dampak yang beragam terhadap posisi tim di klasemen. Berikut adalah rincian profil dan pencapaian klub mereka saat ini:
Pieter Huistra (Belanda) – PSS Sleman
Sosok berpengalaman asal Belanda ini sukses membawa Elang Jawa terbang tinggi. Saat ini, PSS Sleman mengejar peringkat 2 zona promosi berkat metodologi latihan modern yang ia terapkan.
Danilo Fernando (Brasil) – Kendal Tornado
Legenda sepak bola Brasil yang sudah lama berkecimpung di Indonesia ini mengawal Kendal Tornado. Timnya kini menduduki Peringkat 5, mencoba tetap stabil bersaing di papan tengah klasemen.
Marcos Samso (Argentina) – Persiku Kudus
Pria asal Argentina ini memikul tanggung jawab di Macan Muria. Persiku Kudus saat ini berada di Peringkat 7, posisi yang cukup riskan dan menuntut evaluasi taktis agar tidak terus merosot ke papan bawah.
Alfredo Vera (Argentina) – PSIS Semarang
Penunjukan Alfredo Vera sebagai pemegang Posisi Direktur Teknik Liga 2 di PSIS Semarang. Bergabung dengan Laskar Mahesa Jenar yang sedang terluka, ia harus bekerja ekstra keras karena PSIS masih tertahan di Peringkat 9 (Zona Degradasi).
BACA JUGA : Liga 1 : Persis Solo Ditahan Imbang, Persijap Tumbang dari Malut, Makin Sulit Keluar Zona Degradasi
Tantangan Kolaborasi Lokal-Asing
Manajemen berharap sentuhan tangan dinginnya mampu membenahi mentalitas dan skema bermain yang sempat hilang. Meskipun secara administratif pelatih lokal yang memimpin tim di pinggir lapangan, namun masukan taktis dari Vera menjadi kunci utama perubahan permainan.
Publik kini menantikan seberapa efektif siasat “pelatih bayangan” ini dalam mengubah nasib klub, terutama bagi tim yang sedang dalam kondisi kritis. (*)





