Jateng

Soal Ditiadakannya Insentif Guru dan Tendik Swasta, Kepala Disdik Kota Salatiga Minta Maaf

×

Soal Ditiadakannya Insentif Guru dan Tendik Swasta, Kepala Disdik Kota Salatiga Minta Maaf

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar permohonan maaf Kepala Disdik Kota Salatiga, Muh Nasiruddin saat menyampaikan permohonan maaf terbuka. @pemkotsalatiga
Tangkapan layar permohonan maaf Kepala Disdik Kota Salatiga, Muh Nasiruddin saat menyampaikan permohonan maaf terbuka. (Instagram/@pemkotsalatiga)

SALATIGA, beritajateng.tv – Buntut ketiadaan insentif kesejahteraan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) non ASN di Kota Salatiga tahun 2026, Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Muh Nasiruddin menyampaikan permohonan maaf terbuka.

Permohonan maaf terbuka tersebut Muh Nasiruddin sampaikan melalui sebuah rekaman video, unggahan akun resmi Instagram @pemkotsalatiga, pada Kamis 15 Januari 2026 malam.

Dalam rekaman tersebut setidaknya ada tiga poin permohonan maaf Muh Nasiruddin berkaitan dengan persoalan insentif kesejahteraan para guru dan tendik swasta di Kota Salatiga tersebut.

Baik kepada masyarakat, khususnya para guru dan tendik non ASN se-Kota Salatiga. Juga kepada Wali Kota Salatiga dan permohonan maaf karena keterbatasannya dalam memberikan yang terbaik dalam persoalan intensif kesejahteraan tersebut.

“Saya, Muh Nasiruddin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga menyatakan mohon maaf sebesarnya kepada masyarakat Salatiga. Terutama pendidik dan tenaga pendidik sekolah swasta atas Surat Edaran No. 800.1.12/45, tentang insentif kesejahteraan anggaran 2026,” katanya.

BACA JUGA: Kecewa! Tenaga Pendidik PAUD Non ASN di Salatiga Tak Terima Insentif Kesejahteraan Tahun 2026

“Yang kedua, kepada bapak Wali Kota juga mohon maaf atas kekhilafan dan berkenan memberi arahan. Sebagai kepala dinas belum dapat memberikan yang terbaik,” lanjutnya.

“Yang ketiga, mohon maaf atas keterbatasan saya selaku kepala dinas Salatiga belum dapat memberikan yang terbaik. Dan kami senantiasa akan memberikan perbaikan pelayanan dalam bidang pendidikan kepada masyarakat. Khususnya pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN Kota Salatiga mohon kesabaran untuk menunggu hasil tinjau ulang Pemerintah Kota Salatiga,” tambah Nasiruddin.

Menutup pernyataan permohonan maafnya, Nasiruddin juga berterimakasih atas pengertian semua pihak. “Mohon maaf dan dukungan semua pihak untuk kelancaran dan keberhasilannya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Salatiga, Fahrudin Saiful Huda menyampaikan, telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai organisasi yang menaungi pendidik dan tendik non-ASN.