SEMARANG, beritajateng.tv – Gubernur Jawa Tengah terpilih, Ahmad Luthfi, mengaku akan meneruskan program di masa pemerintahan Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana.
Kendati begitu, Luthfi menyebut akan melakukan perubahan anggaran mengikuti janji-janji politik yang ia beberkan saat kampanye beberapa waktu silam. Hal itu Luthfi ungkap saat dijumpai di DPD Gerindra Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa, 11 Februari 2025 sore.
“Semuanya terus, [program kerja Nana Sujana] akan kami teruskan nanti. Termasuk mungkin ada beberapa perubahan anggaran yang harus segera kami laksanakan, sebagai janji-janji politik kami kepada warga Jawa Tengah pada saat kita masih kampanye,” ungkap Luthfi.
BACA JUGA: Ketua KPU Jateng Beberkan Waktu Pelantikan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, Februari Ini?
Dalam kesempatan itu, Luthfi turut menyoroti Inpres Efisiensi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, efisiensi perjalanan dinas dan penyesuaian terhadap dana transfer yang dihapuskan mesti pihaknya jalankan.
Tak hanya itu, Luthfi pun mengaku sudah menggerakan tim transisi yang akan membantunya di detik-detik jelang dilantik. Salah satu tugas tim transisinya yakni menyambangi Kementerian di Jakarta untuk fokus pada pembangunan Jawa Tengah.
“Kami sudah bentuk adanya tim transisi, sebelum nanti secara legitimate formal. Kami lakukan integrasi dengan pemerintah pusat, tidak hanya Nawacita dari Bapak Presiden, tetapi beberapa kementerian sudah kami connect-kan untuk melakukan eksplorasi di wilayah pembangunan kami,” ungkap Luthfi.
Pengentasan kemiskinan dan makan bergizi gratis jadi program prioritas Ahmad Luthfi
Lebih lanjut, program prioritas Luthfi saat memimpin Jawa Tengah lima tahun ke depan tetap pengentasan kemiskinan. Selain itu, pihaknya turut menyokong suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga swasembada pangan gagasan pemerintah pusat.
Terlebih, ia menyebut telah membuat road map yang berfokus pada mengantarkan Jawa Tengah menyandang predikat lumbung pangan nasional.
“Prioritas tetap pengentasan kemiskinan, mendukung program pemerintah terkait Makan Bergizi Gratis dan lain sebagainya. Sudah kami petakan, road map sudah kami bikin, sehingga di antaranya Jateng dalam swasembadan pangan, RPJMD kami fokuskan bagaimana Jateng jadi lumbung pangan nasional,” terangnya.
BACA JUGA: Tak Hadir Penetapan KPU, Luthfi-Yasin Lagi Roadshow di Kementerian
Akankah Luthfi meneruskan program SMKN Jateng inisiasi Ganjar?
Sebelumnya, SMKN Jateng menjadi program andalan Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat menjabat. Lantas, apakah Luthfi akan melanjutkan program itu saat ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah?
Pihaknya mengaku pendidikan masuk ke dalam prioritasnya saat menjabat nanti. Ia pun mengaku akan meneruskan program tersebut.
Namun, kata Luthfi, calon siswa SMKN Jateng prioritasnya yakni mereka yang berasal dari keluarga dengan kategori miskin ekstrem dan putus sekolah saja. Luthfi menyebut ada 160 ribu lebih anak putus sekolah di Jawa Tengah.
“SMKN gratis kami prioritaskan kepada mereka yang miskin ekstrem, yang putus sekolah. Jadi siswa putus sekolah di tempat kita hampir 160 ribu, kami gratiskan pakaian, buku, dan internet, itu khusus yang miskin ekstrem. Fiskalnya sudah kami hitung, kita cukup untuk Jawa Tengah,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





