Fardha menjelaskan, sebelum demonstrasi berlangsung, PMII Kota Semarang mengumpulkan berbagai kajian dari sejumlah kampus yang tergabung dalam organisasinya. Proses tersebut, kata dia, bahkan berlangsung hampir dua pekan.
“Jadi sebelum demo ini berlangsung kami sudah hampir dua minggu mengumpulkan kajian-kajian dari 15 komisariat atau 15 kampus yang ada di Kota Semarang,” jelasnya.
Fardha meyakini, penyampaian kajian secara langsung akan membuat komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah lebih efektif dibanding hanya menyampaikan tuntutan melalui aksi jalanan.
“Supaya ini menjadi efektif, kami ingin berdialog dan memberikan langsung hasil kajian kami,” imbuh Fardha
PMII Kecewa Tak Ada Respons dari Gubernur maupun DPRD Jateng
Fardha mengaku kecewa lantaran hingga kini belum ada satu pun perwakilan pemerintah daerah maupun DPRD Jawa Tengah yang menemui massa aksi.
Padahal, menurutnya, mahasiswa datang membawa hasil penelitian dan kajian akademik yang mereka susun berdasarkan kondisi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Sampai saat ini belum ada respons apapun baik dari gubernur, wakil gubernur, kemudian wali kota, wakil wali kota, DPRD. Belum ada respons sama sekali,” katanya.
Saat ditanya apakah kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa, Fardha mengaku sangat menyayangkannya.
“Sangat-sangat kecewa, karena kami datang bawa kajian kami. Kami datang bawa hasil penelitian dan kami datang bawa hasil kajian akademik yang memang kami kaji dari grass root, yang mungkin para rezim tidak lakukan,” tegasnya.
PMII Siapkan Aksi Lanjutan Jika Tak Kunjung Ditemui
Lebih lanjut, Fardha menyebut PMII Kota Semarang masih membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah.
Oleh sebab itu, massa aksi memilih menunggu kesempatan untuk menyampaikan kajian yang telah mereka susun secara langsung kepada para pengambil kebijakan.
Namun apabila tidak ada respons dari pemerintah daerah, PMII mengisyaratkan bakal kembali turun ke jalan dalam waktu dekat.
“Kami akan menunggu sampai nanti kami bisa masuk ke dalam. Kalau nanti tidak ada tanggapan, kemungkinan nanti kita akan melakukan aksi yang selanjutnya,” kata Fardha.





