SEMARANG, beritajateng.tv – Suara denting bola biliar yang saling beradu memecah suasana Ceqiu Pool & Café, Jalan Brigjen Sudiarto Semarang.
Namun Turnamen Biliar Bola 9 Double Antarmedia se-Jawa Tengah 2026 bertajuk Bhara Cup bukan sekadar soal menang dan kalah di atas meja hijau.
Ajang ini menjadi momentum penting regenerasi atlet biliar wartawan Jawa Tengah untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung.
Sebanyak 16 pasangan dari media cetak, elektronik, hingga online ambil bagian dalam turnamen dari Journalist Billiard Club (JBC) Semarang.
Sejak babak penyisihan, atmosfer kompetisi terasa panas. Sorak sorai dan tepuk tangan rekan sejawat menambah semangat para peserta yang tampil penuh strategi dan konsentrasi.
Ketua Siwo PWI Jawa Tengah, Wisnu Setiadji, menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar cabang olahraga wartawan tidak berjalan di tempat.
“Bhara Cup ini harus menjadi ruang lahirnya atlet-atlet baru. Regenerasi penting agar saat Porwanas 2027 di Lampung nanti, Jawa Tengah punya tim yang solid dan siap bersaing,” ujar Wisnu.
Menurutnya, konsistensi JBC Semarang dalam menggelar turnamen menjadi bagian dari proses seleksi alam bagi wartawan yang memiliki potensi di cabang olahraga biliar.
Kompetisi seperti ini di nilai efektif untuk mengasah mental tanding sekaligus membangun kekompakan tim.
Ketua Panitia Bhara Cup 2026, Rinto Wicaksono, mengatakan turnamen ini kembali digelar setelah terakhir berlangsung pada 2024.
Selain sebagai ajang kompetisi, Bhara Cup juga menjadi sarana silaturahmi antarinsan media dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh setiap 9 Februari.
“Spiritnya adalah kebersamaan dan pembinaan. Kami ingin olahraga biliar makin berkembang di kalangan jurnalis,” kata Rinto.
BACA JUGA: Turnamen Biliar Antar Media Se-Jawa Tengah, JBC Semarang Gali Potensi Atlet Jurnalis
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang turut menyukseskan turnamen, mulai dari PT Djarum, Bank Jateng, Forum BPR/BKK Jateng, Nexa, hingga Akusara.
Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci terselenggaranya ajang olahraga wartawan secara berkelanjutan.





