Jateng

Tanggapi Video Viral ASN Boyolali Diperintah Menangkan Parpol dan Capres Tertentu, Nana Sudjana Turunkan Satgas untuk Pengecekan

×

Tanggapi Video Viral ASN Boyolali Diperintah Menangkan Parpol dan Capres Tertentu, Nana Sudjana Turunkan Satgas untuk Pengecekan

Sebarkan artikel ini
ASN Boyolali
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, saat dijumpai di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu, 15 November 2023. (Made Dinda Yadnya Swari/beritajateng.tv)

“ASN harus menghindari pelanggaran yang tidak perlu. Ada pelanggaran yang ASN lakukan yakni disiplin dan pidana, itu kami anggap sebagai oknum dan semuanya akan kita proses dengan aturan yang ada. ASN ke depan harus lebih baik,” tandasnya.

BACA JUGA: Soal Larangan Pose Foto ASN Pemprov Jateng Jelang Tahun Politik, Begini Tanggapan BKD

Video viral ASN Boyolali terlibat politik praktis

Sebagai informasi, telah beredar sebuah video di media sosial yang menurut dugaan ialah seorang pegawai ASN Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pihaknya mengaku beroleh perintah untuk memenangkan PDI Perjuangan dan Ganjar Pranowo.

Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik itu, seorang wanita bercerita bahwa ia mendapat perintah dari pimpinan untuk memenangkan Ganjar Pranowo dan PDIP dalam Pilpres 2024. Video itu terunggah di akun TikTok @aseppratama01_ pada Selasa, 14 November 2023.

“Nek (kalau) itu sudah jadi rahasia umum, sih, Mas, diarahkan untuk memenangkan PDIP dan memilih Ganjar,” ujarnya saat berbincang dengan seseorang di warung makan, seperti yang tampak dalam video tersebut.

Namun, tak terlihat jelas wajah pegawai ASN serta identitasnya dalam video tersebut. Wanita itu tampak mengenakan seragam dinas yang di lengannya terdapat logo Pemkab Boyolali.

Lebih lanjut, ia mengaku instruksi untuk memenangkan PDIP dan Ganjar Pranowo tersebut datang dari pimpinan satuan kerja. Instruksi ini juga menurut dugaan berasal dari Bupati Boyolali.

BACA JUGA: Temukan Tiga Pelanggaran Pemilu di Kota Semarang, Bawaslu Jateng: ASN Berfoto Pakai Baju Partai

“Kalau saya dengar dari teman-temanku banyak yang dipungut biaya sumbangan sama menangkan calon PDIP. Itu sih dari pimpinan satuan kerja. Biasanya yang instruksikan menurutku biasanya Bupati, karena dia yang punya kuasa di Boyolali,” bebernya.

Ia menyebut bahwa pegawai ASN di Pemdes di Boyolali bahkan sudah terpetakan siapa saja yang tidak akan menolak instruksi untuk memilih Ganjar dan PDIP.