“Intinya, ini menjadi langkah kecil kami agar polusi udara dari knalpot kendaraan bermotor berkurang dan lingkungan belajar juga menjadi nyaman,” tambahnya.
Ajar mengakui, aksi semacam ini sebelumnya sidah dirintis di SMAN 1 Tengaran sejak 2025 lalu. Awalnya memang menuai pro dan kontra di kalangan siswa maupun orang tua.
BACA JUGA: Belajar Tanpa Canggung, Puluhan Siswa TK PGRI 115 Semarang Jajal Lingkungan SD Lewat Sekolah Transisi
Karena SMAN 1 Tengaran termasuk Sekolah Adiwiyata Nasional. Sehingga semangat untuk peduli terhadap lingkungan menjadi prioritas dalam setiap aktivitas di sekolah.
“Selain pengurangan emisi dan polusi udara dari asap kendaraan, di sekolah ini juga ada program pengolahan sampah dan pengelolaan sumber air berkelanjutan,” tandasnya.
Salah satu siswa kelas XII SMAN 1 Tengaran, Dea Aprilia Silvana mengaku sangat menghargai dan mendukung aksi ‘Sehari Bebas Asap Kendaraan’ di sekolahnya.
Menurutnya, lingkungan belajar di sekolah tidak sekedar butuh ruang kelas yang nyaman. Namun juga butuh kualitas udara yang baik, segar dan bebas dari berbagai polusi.
Ia pun mengaku tidak mempersoalkan jika harus berangkat ke sekolah menggunakan angkutan umum. “Paling tinggal berangkat lebih awal agar tidak terlambat tiba di sekolah,” jelasnya. (*)
Editor: Farah Nazila





