Menyapa Nusantara

Targetkan Emisi Nol Karbon pada 2060, Pemerintah Pertimbangkan Hidrogen dalam Transisi Energi Bersih

×

Targetkan Emisi Nol Karbon pada 2060, Pemerintah Pertimbangkan Hidrogen dalam Transisi Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
energi hidrogen
Seorang nelayan sedang memperbaiki jaring di Pantai Kedonganan, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 29 Agustus 2023. (ant)

Pemerintah melalui Kementerian ESDM mempertimbangkan kontribusi hidrogen dalam transisi pemanfaatan energi menggunakan fosil ke energi bersih di Indonesia.

Untuk sektor industri, jumlah konsumsi hidrogen per tahun di Indonesia sekitar 1,75 juta ton. Sebagian besarnya ialah untuk urea sebesar 88 persen, amonia sebesar empat persen, dan kilang minyak sekitar dua persen.

BACA JUGA: 2.369 Desa Mandiri Energi Tersebar di Jawa Tengah, ESDM Jateng: Ada Desa di Banyumas Tolak Listrik PLN, Setia Gunakan PLTMH

Investasi energi bersih

Pemerintah Indonesia sendiri memiliki peta jalan emisi nol karbon pada 2060. Targetnya ialah menurunkan emisi karbon hingga 93 persen dari proyeksi 1.927,4 juta ton CO2 menjadi 129,4 juta ton CO2 oleh aktivitas bisnis. Aktivitas bisnis yang mengeluarkan emisi CO2 seperti misalnya industri, perumahan, transportasi, komersial, dan pembangkit listrik.

Salah satu strateginya adalah memanfaatkan hidrogen sebagai salah satu sumber energi baru. Pemanfaatannya dengan rencana pada 2031-2035 hidrogen hijau berperan penting dalam menurunkan emisi karbon atau dekarbonisasi sektor transportasi dan mulai menggantikan gas alam pada 2041-2050.

Untuk mendukung transisi energi, pastinya membutuhkan waktu dan biaya yang tak sedikit. Hal itu selain karena terpacu komitmen yang besar dari seluruh elemen termasuk pemangku kepentingan.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan untuk merealisasikan transisi menuju energi bersih, negara di ASEAN perlu pembiayaan sekitar 29 triliun dolar AS hingga 2050. Pembiayaan itu dengan skema 100 persen energi terbarukan, berdasarkan data Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA).

Sementara dalam kajian Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan Indonesia membutuhkan hampir tiga kali lipat investasi untuk energi bersih pada 2030. Yakni, tambahan investasi sebesar 8 miliar dolar AS per tahun.

BACA JUGA: Dukung Transisi ke Kendaraan Listrik, Dinas ESDM Jateng Sebut Sarana Prasarana Sudah Siap

Anggaran transisi energi tak semata dari pemerintah