SEMARANG, beritajateng.tv – Putra calon presiden (capres) Anies Baswedan, Mikail Baswedan, terjun langsung menemui warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, pada Rabu, 17 Januari 2024.
Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Ekspedisi Perubahan itu dimulai dengan Mikail sarapan bersama para warga. Setelah itu, warga yang hadir kemudian berkesempatan untuk menyampaikan aspirasinya, terutama seputar kehidupan bernelayan.
“Alhamdulillah, masyarakat sendiri senang menceritakan kondisi dan masalah-masalah yang mereka alami dan hadapi. Dan kami juga senang karena bisa mendengarkan, karena mendapat masukan dan pelajaran. Ini adalah catatan untuk kita, yang insyaallah nanti kita sampaikan ke pemerintah,” ujar Mikail kepada beritajateng.tv, setelah kegiatan.
Mikail menjelaskan, Semarang menjadi kota ke-9 yang dikunjungi dalam Ekspedisi Perubahan. Di Semarang sendiri, kata Mikail, salah satu permasalahan utama yang disampaikan oleh warga adalah belum adanya pemecah ombak di Pesisir Tambak Lorok.
BACA JUGA: Iklan Videotron Anies Baswedan dari Anies Bubble Mendadak Kena Take Down, Ada Apa?
Padahal, lanjutnya, saat musim hujan seperti ini, gelombang laut sedang tinggi-tingginya. Sementara itu, belum adanya pemecah ombak menyebabkan banyak kapal warga yang rusak hingga banyak nelayan yang gagal melaut.
“Karena kami dari Ubah Bareng, kami insyaallah akan mengusulkan ke Pak Anies dan Cak Imin. Harapannya, dengan narasi perubahan mereka, mereka akan membawa perubahan bagi masyarakat Indonesia,” imbuhnya.
Selain berdialog dan berdiskusi, Mikail juga berkesempatan melihat langsung proses pengolahan ikan serta mencicipi makanan khas Kota Semarang, Mangut Ikan Sembilang.
Istimewanya, Ikan Sembilang dalam olahan itu merupakan hasil tangkapan warga sendiri dan belum sempat masuk pendinginan.
Mikail Baswedan: ekspedisi perubahan bukan kampanye
Sementara itu, saat disinggung mengenai kendala berkampanye di wilayah yang notabene “Kandang Banteng” Mikail menyebut dirinya tidak terlalu terusik. Menurutnya, warga Semarang, khususnya Tambak Lorok, tetap menerima dan menyambut dengan baik agenda Ekspedisi Perubahan.
Apalagi, kata Mikail, kegiatan hari ini bukanlah kampanye politik, melainkan sebuah dialog dan diskusi dengan tujuan mengumpulkan keresahan dan masalah yang ada di lapangan.
“Kami di sini mendengarkan, bukan kampanye kan ya, kami mengumpulkan masalah-masalah. Mereka mau dukung siapa pun ya kami tidak masalah, yang penting kita bisa membawa perubahan,” tegasnya.
Senada, Yusuf Rausan Fikri, Koordinator AMIN Muda Semarang, mengatakan bahwa kegiatan Ekspedisi Perubahan ini bukanlah kampanye yang mengajak masyarakat memilih pasangan nomor urut 1.
Menurut Yusuf, Ekspedisi Perubahan adalah kegiatan kepemudaan yang bertujuan untuk mengumpulkan keresahan masyarakat, yang nantinya akan pihaknya kumpulkan dan jadikan policy brief atau rekomendasi kebijakan kepada Timnas AMIN.
“Tapi tujuan kita, kita tahu ternyata grassroot atau akar rumput punya permasalahan ini, itu bisa menjadi rekomendasi kebijakan untuk Pak Anies ketika terpilih menjadi presiden nanti,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi




