“Kami akan mendalami apakah mereka terlibat dalam kelompok gangster tersebut. Mereka mengaku memiliki klub Ultras mirip dengan suporter bola. Awalnya mereka berkumpul untuk menunggu waktu berbuka puasa sambil berbagi takjil di sekitar Sambiroto Citra Grand. Kemudian mereka berhenti di Taman Indonesia Kaya bersamaan dengan gerombolan sepeda motor yang diduga sebagai gangster. Itu adalah versi yang mereka sampaikan. Mereka tidak melarikan diri seperti yang lainnya,” tandasnya. (*)
Tindaklanjuti Konvoi Motor Gangster, Polrestabes Jemput Sejumlah Pelajar dari 3 SMK di Semarang





