Hukum & Kriminal

Tindaklanjuti Konvoi Motor Gangster, Polrestabes Jemput Sejumlah Pelajar dari 3 SMK di Semarang

×

Tindaklanjuti Konvoi Motor Gangster, Polrestabes Jemput Sejumlah Pelajar dari 3 SMK di Semarang

Sebarkan artikel ini
Pesantren Gangster semarang
Polisi mengamankan 19 remaja usai menggelar konvoi motor yang mengusik kenyamanan pengguna jalan, Minggu, 31 Maret 2024 malam. (Foto: Dok. Polrestabes Semarang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Anggota kepolisian menjemput sejumlah pelajar dari tiga SMK di Kota Semarang, Senin, 1 April 2024. Hal itu merupakan respons terhadap aksi konvoi gangster yang meresahkan warga Kota Semarang pada Minggu, 31 Maret 2024 malam.

Para remaja itu kemudian polisi kumpulkan di salah satu SMK di Gayamsari, Kota Semarang, untuk mendapatkan pengarahan dari Kasat Samapta Polrestabes Semarang, AKBP Tri Wisnugroho Yulianto.

BACA JUGA: Tangkap 5 Anggota Gangster, Polisi Ungkap Kronologi Tawuran di Kembangarum, Berawal Tantang via Medsos

Setelah mendapatkan arahan, para pelajar itu langsung polisi bawa ke Polrestabes Semarang untuk tim Reskrim Polrestabes Semarang mintai keterangan. Orang tua dan wali murid turut datang ke Polrestabes Semarang dalam jumlah yang cukup signifikan.

Sebanyak 19 remaja tersebut polisi amankan pada Minggu, 31 Maret 2024 malam setelah melakukan konvoi motor yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Ada barang bukti miras hingga sajam pada gangster Semarang

Dari sekian banyak remaja yang terlibat dalam konvoi tersebut, 19 di antaranya berhasil polisi amankan. Mereka kemudian dipulangkan sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut keesokan harinya.

“Setelah tim melakukan pendekatan, kami berhasil mengamankan sekelompok orang, total ada 19 orang beserta 5 unit motor dan botol miras baik yang sudah kosong maupun belum. Setelah pendalaman dan pendataan nama, tidak ada senjata tajam. Kami kemudian memberikan pembinaan kepada mereka,” ungkap Kasat Samapta Polrestabes Semarang, AKBP Tri Wisnugroho Yulianto, Senin, 1 April 2024.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memastikan apakah para remaja tersebut terlibat dalam kelompok berandalan gangster atau tidak.

BACA JUGA: Tangkap Penembak Warga Boyolali yang Grebek Judi Sabung Ayam, Polisi Beberkan Kronologi Sebenarnya

Dari pengakuan mereka, awalnya mereka hanya berkumpul untuk berbagi takjil dan buka bersama, kemudian mereka bertemu dengan gerombolan gangster Semarang.

“Kami akan mendalami apakah mereka terlibat dalam kelompok gangster tersebut. Mereka mengaku memiliki klub Ultras mirip dengan suporter bola. Awalnya mereka berkumpul untuk menunggu waktu berbuka puasa sambil berbagi takjil di sekitar Sambiroto Citra Grand. Kemudian mereka berhenti di Taman Indonesia Kaya bersamaan dengan gerombolan sepeda motor yang diduga sebagai gangster. Itu adalah versi yang mereka sampaikan. Mereka tidak melarikan diri seperti yang lainnya,” tandasnya. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp