Lebih lanjut, Uyi tentunya berharap lapak bacanya dapat terus berjalan, berkembang, dan bermanfaat. Sayangnya, tak jarang ia harus absen menggelar lapak lantaran agenda mendadak.
Ia pun kini berharap muncul sukarelawan pegiat literasi yang bersedia bergabung dengan Koper Pustaka, berjuang bersamanya dalam meningkatkan minat anak-anak terhadap membaca buku.
“Koper Pustaka ini bukan milik saya, tapi milik literasi. Jadi ketika saya sudah tidak bisa membersamai, semoga Koper Pustaka bisa tetap berjalan,” tandasnya. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





