Jateng

Trans Semarang Koridor 2 dan 4 Beberapa Armada Tak Beroperasi, Sriyatun: Kecele’ Tiwas Nunggu Lama

×

Trans Semarang Koridor 2 dan 4 Beberapa Armada Tak Beroperasi, Sriyatun: Kecele’ Tiwas Nunggu Lama

Sebarkan artikel ini

SEMARANG, beritajateng.tv – Penghentian mendadak layanan BRT Trans Semarang koridor empat memicu keluhan ribuan calon penumpang. Warga terpaksa terlantar di pelbagai shelter bus tanpa kepastian informasi dari pihak pengelola.

Sriyatun, seorang penumpang asal Ngaliyan, menyampaikan rasa kecewanya saat menunggu bus di Shelter Lapas Kedungpane. Wanita berusia 59 tahun ini menghabiskan waktu hingga satu setengah jam tanpa kepastian kedatangan armada.

Kendala Teknis Layanan BRT Trans Semarang

Sriyatun mengaku kesal karena pengelola angkutan umum milik Pemkot Semarang ini tidak memberikan pengumuman awal. Penumpukan penumpang pun terjadi di sepanjang koridor rute Terminal Mijen menuju Stasiun Tawang.

“Tiwas menunggu lama, ternyata bus itu tidak melalui,” kata Mbah Sri penuh kekecewaan.

Kejadian mogok operasi mendadak ini merupakan kasus kedua yang merugikan para pengguna jasa transportasi massal. Pihak pengelola menghentikan sebagian besar armada Koridor IV akibat permasalahan kelayakan ban kendaraan.

“Saya baru saja menemukan sekitar jam 4:30 pagi kemarin saat tiba di kolam,” ungkap RD, seorang pengemudi.

RD menjelaskan bahwa manajemen mengandangkan puluhan bus karena penggunaan ban bekas pakai atau vulkanisir. Keputusan mendadak ini membuat para sopir kehilangan pendapatan harian untuk membiayai kebutuhan keluarga mereka.

“Gaji kami tidak turun jika tidak bekerja, apa yang ingin kami makan?” tegas RD memperjuangkan nasibnya.

Sementara itu, pengemudi lain berinisial AI menyebut hanya delapan armada yang memperoleh izin jalan. Pihak penguji melarang 16 bus lainnya beroperasi demi mengutamakan keselamatan perjalanan para penumpang.

“Armada layanan operasional pada hari Minggu hanya ada delapan jalan koridor empat,” terang AI.

AI mengungkapkan bahwa seluruh bus sebenarnya telah lulus uji kelaikan jalan pada bulan Mei lalu. Namun, manajemen kini melarang penggunaan ban vulkanisir dan mewajibkan penggantian dengan ban ori baru.

“Proses ini butuh waktu untuk mengganti semua ban vulkanisir kendaraan dengan ori,” tambah AI.