SEMARANG, beritajateng.tv – Penyewaan kostum Halloween di Semarang masih diminati menjelang hari 31 Oktober 2026. Tahun ini, tren pilihan kostum mengalami perubahan dengan semakin banyak pelanggan yang mencari busana simpel dan item terpisah untuk menunjang penampilan.
Pemilik usaha Sewa Kostum Semarang, Sakinah, mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menyewa kostum Halloween masih tinggi. Bahkan, jumlah permintaan meningkat seiring banyaknya acara Halloween di Semarang sepanjang Oktober.
“Jujur kalau tahun ini orang lebih suka yang simpel. Bahkan, lebih banyak yang cuma butuh per itemnya saja,” kata Sakinah saat beritajateng.tv temui di kawasan Tembalang, Kota Semarang, Sabtu, 31 Oktober 2026.
BACA JUGA: Potret Seniman Kaligrafi India Gori Yusuf Husen, Wariskan Teknik Klasik ke Penjuru Dunia
Menurut Sakinah, semakin banyaknya acara Halloween di Semarang turut mendongkrak permintaan penyewaan. Berdasarkan informasi dari pelanggan, sejumlah tempat bahkan sudah menggelar kegiatan sejak awal Oktober.
“Banyaknya event ini berpengaruh baik. Jadi ramai,” katanya.
Kostum-kostum yang jadi Minat
Menurut Sakinah, penyewa perempuan kini banyak mencari dress, bustier, hingga korset yang dapat mereka kombinasikan menjadi berbagai karakter. Dengan pilihan tersebut, satu jenis busana bisa kreasikan menjadi penampilan berbeda sesuai konsep yang mereka inginkan.
“Dari bustier itu orang-orang mengimajinasikan bisa jadi snow white, bisa jadi cinderella, jadi wednesday bisa,” ucapnya.
Sementara itu, kostum Harry Potter masih menjadi salah satu pilihan favorit penyewa laki-laki. Karakter horor juga tetap memiliki peminat, meskipun pilihan kostum Halloween tidak terbatas pada tokoh menyeramkan.
“Yang utama dan mesti dicari (kostum) yang horor-horor. Karakter fiksi lain itu tetap ada banyak peminatnya,” katanya.
BACA JUGA: Nala Indonesian Tea, Teh Artisan Asal Batang yang Tembus Pasar Australia hingga Eropa
Sakinah bilang, tempat usahanya memiliki lebih dari 100 koleksi kostum khusus Halloween. Jumlah tersebut belum termasuk koleksi kostum lain yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan acara.
Periode ramai penyewaan tahun ini berlangsung mulai 27 hingga 31 Oktober. Dalam sehari, jumlah kostum yang orang sewa bisa mencapai 50 hingga 80 item.
Mayoritas pelanggan berasal dari kalangan mahasiswa karena banyak kegiatan Halloween diselenggarakan di lingkungan kampus. Selain itu, terdapat pula pelanggan dari kalangan pekerja serta pelaku usaha restoran, hotel, dan kafe.
“Biasanya mahasiswa, tapi dari pekerja restoran, hotel, kafe itu juga ada karena biasanya ada event gitu,” katanya.
Lengkap dari Aksesoris hingga Sepatu
Untuk tarif penyewaan, Sewa Kostum Semarang menawarkan harga mulai Rp75 ribu hingga Rp175 ribu. Kostum sederhana seperti dress hitam mini dan jubah Harry Potter termasuk pilihan dengan harga paling terjangkau.
Sementara itu, kostum Pennywise menjadi salah satu koleksi dengan tarif tertinggi, yakni Rp175 ribu. Harga tersebut karena kostum terdapat perlengkapan dari atas hingga bawah.
Tidak hanya menyediakan pakaian, tempat penyewaan tersebut juga memiliki berbagai aksesori sebagai pelengkap penampilan. Misalnya, kostum bajak laut yang dilengkapi topi, pedang, penutup mata, hingga sepatu boots.
BACA JUGA: Nongkrong Sambil Main Mahjong, Ruang Interaksi dalam Tren di Kota Pelabuhan Semarang
Di balik tingginya permintaan, Sakinah mengakui perawatan pakaian dan aksesori juga menjadi tantangan tersendiri. Setiap kostum yang pelanggan kembalikan harus sudah cuci dan periksa kondisinya.
Apabila ada bagian yang bolong atau rusak, pihaknya akan melakukan perbaikan agar tetap layak jadi persewaan kembali. Beberapa aksesori bahkan dibuat dan diperbaiki sendiri untuk menjaga kelengkapan koleksi.
“Dari sisi pelayanan kita harus nomor satu. Perawatan kostum juga karena kadang barang kembali belum tentu masih tetap utuh, ada yang rusak atau bolong,” katanya.
Di luar Halloween, Sakinah menyebut periode ramai penyewaan biasanya juga terjadi pada Agustus dan Desember.
Salah satu pelanggan, Ivan, memilih menyewa kostum Thor, salah satu superhero Marvel, untuk menghadiri acara Halloween bersama teman-teman mahasiswanya. Pilihan tersebut berbeda dari tahun sebelumnya ketika dia mengenakan kostum Joker.
“(Halloween) kemarin sudah Joker, sekarang mau coba jadi superhero. Mau coba hal lain dari yang lain, ini lengkap ada kapaknya juga,” kata Ivan. (*)
Editor: Diaz A Abidin





