Saat ini, menurut Denny, KSP Moeldoko tiba-tiba mengklaim sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, beliau bukan anggota Demokrat. Ini bukan konflik internal, melainkan pihak eksternal, yaitu KSP Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih partai orang lain. Jika ini dibiarkan, maka semua partai akan rentan direbut oleh pihak-pihak yang berkuasa.
Denny menyebut, jika modus Moeldoko merebut Demokrat disahkan oleh PK di Mahkamah Agung, maka imbasnya bisa menunda pemilu. Karena menurut dugaannya, Demokrat tidak akan diam, demikian juga pendukung bacapres yang dirugikan.
“Saya lihat, Ibu paling tegas menolak presiden tiga periode, lugas menolak penundaan pemilu. Ibu Megawati, gerakan penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi masih terus serius sekelompok pihak kerjakan. Ini berbahaya dan bisa menjerumuskan bukan hanya Pak Jokowi, tapi kita semua sebagai bangsa,” tulisnya.
“Silakan Ibu cek informasi ini, dan mohon hentikan siasat penundaan pemilu, yang nyata-nyata melanggar
konsitusi,” tandasnya dalam surat terbuka Denny Indrayana. (*)




