Lebih lanjut, Probo mengatakan jika kesenangan selama liburan telah menjadi zona nyaman. Tak heran jika kemudian memicu sifat malas berpikir dan malas bergerak yang membuat ritme aktivitas menjadi lebih melelahkan.
Ditambah, kondisi keuangan yang sudah menipis juga menjadi salah satu faktor penghambat semangat seseorang dalam kembali beraktivitas setelah libur panjang.
“Situasi itu memungkinkan emosional seseorang dapat terganggu. Apalagi menghabiskan banyak uang di kampung halaman membuat perasaan seseorang tidak tenang,” tandasnya.
BACA JUGA: Hari Raya Idul Fitri Menjadi Berkah Tersendiri Bagi Destinasi Wisata Desa di Blora
Adapun untuk mengatasi Post Holiday Blues terdapat beberapa langkah. Mulai dari tidur cukup, pola makan sehat, hingga olahraga ringan. (*)
Editor: Farah Nazila





