SEMARANG, beritajateng.tv – Liburan panjang Lebaran 2024 telah berakhir sejak minggu lalu. Sebagian orang pun telah kembali dengan rutinitasnya sehari-hari. Ada yang bekerja, kuliah dan sekolah.
Hampir sepekan, tak sedikit pula orang yang masih merasa berat untuk menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Bayang-bayang waktu luang selama liburan pun masih menganggu.
Psikolog RS St. Elisabeth Semarang Probowatie Tjondronegoro menyebut, kondisi ini lumrah terjadi pada sebagian orang pasca libur panjang. Nama fenomena tersebut ialah Post Holiday Blues.
Artinya, seseorang sedang mengalami kondisi perubahan mood (suasana hati) akibat perpindahan antara masa liburan kepada kondisi rutin yang harus dihadapi kembali.
Tanda-tanda post holiday blues pun beragam. Mulai dari susah konsentrasi, kurang motivasi, merasa cemas, hingga kehilangan minat pada pekerjaan.
Probo menyebut, proses adaptasi memang tidak mudah bagi seseorang untuk bisa menjalani rutinitas harian seperti bekerja ataupun sekolah setelah libur panjang.
“Biasanya dua atau tiga hari pertama bekerja pasca lebaran masih belum optimal. Namun ketika lebih dari empat atau lima hari itu baru on lagi,” ungkap Probo saat beritajateng.tv hubungi, Jumat, 19 April 2024.
BACA JUGA: Unggah Video Ini, Band Soegi Bornean Mantap Usung Vokalis Baru?
Probo melanjutkan, post holiday blues bisa lebih parah bagi masyarakat yang tenggelam dalam euforia mudik Lebaran. Mulai dari bermacet-macetan menuju kampung halaman, bersilaturahmi bersama keluarga, hingga berwisata.
Sehingga, akan lebih terasa berat ketika harus meninggalkan masa liburan. Ditambah, realitas yang mana siap tidak siap mereka harus segera beraktivitas seperti hari biasanya.
“Dengan kondisi yang capek karena aktivitas liburan itu butuh waktu untuk on (aktif) lagi untuk kembali ke rutinitas harian terutama bekerja. Apalagi muncul rasa ingin kembali ke waktu liburan lebih kuat dibandingkan bekerja,” tambahnya.
Cara mengatasi Post Holiday Blues usai liburan
Lebih lanjut, Probo mengatakan jika kesenangan selama liburan telah menjadi zona nyaman. Tak heran jika kemudian memicu sifat malas berpikir dan malas bergerak yang membuat ritme aktivitas menjadi lebih melelahkan.
Ditambah, kondisi keuangan yang sudah menipis juga menjadi salah satu faktor penghambat semangat seseorang dalam kembali beraktivitas setelah libur panjang.
“Situasi itu memungkinkan emosional seseorang dapat terganggu. Apalagi menghabiskan banyak uang di kampung halaman membuat perasaan seseorang tidak tenang,” tandasnya.
BACA JUGA: Hari Raya Idul Fitri Menjadi Berkah Tersendiri Bagi Destinasi Wisata Desa di Blora
Adapun untuk mengatasi Post Holiday Blues terdapat beberapa langkah. Mulai dari tidur cukup, pola makan sehat, hingga olahraga ringan. (*)
Editor: Farah Nazila




