Gaya Hidup

Umrah Backpacker vs Umrah Biro Travel, Lebih Murah Mana? Begini Penjelasannya

×

Umrah Backpacker vs Umrah Biro Travel, Lebih Murah Mana? Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
pidato pamit haji | umroh masyarakat | Umrah Backpacker
Ilustrasi orang hendak berangkat umroh atau haji. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan jemaah untuk umrah hanya dengan menggunakan visa turis dan visa transit. Dengan peraturan tersebut, umrah backpacker atau umrah mandiri tanpa melalui agen travel disebut banyak pihak jadi lebih mudah dan murah dilakukan.

Direktur Arbani Tour dan Travel Umrah, Bayu Jalar Prayogo, mengatakan, umrah backpacker memang menjadi primadona dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, umrah backpacker menawarkan harga murah, bahkan bisa setengah dari biaya umrah pada umumnya.

“Jemaah milenial yang sedikit melek teknologi dan tahu sistem dia tidak akan menggunakan biro, jadi dia akan jalan sendiri, itu bisa lebih murah,” katanya kepada beritajateng.tv, Senin, 26 Februari 2024.

Namun, menurut Bayu, umrah backpacker tak selamanya menawarkan harga terjangkau. Jika kurang persiapan dan perhitungan, umrah model tersebut malah bisa membikin kantong kering.

BACA JUGA: Resah, Marak Penipuan Haji dan Umrah!

Ia mencontohkan, biaya sewa hotel dan transportasi di Arab Saudi umumnya lebih murah jika dibayar dalam jumlah banyak.

“Ya kaya piknik ke Jogja, kalau nyewa bis pulang-pergi harganya Rp5 juta untuk 40 orang, satu orang bayar Rp125 ribu. Tapi kalau dia naik mobil sendiri, ada biaya bensin, parkir, tol, nanti pasti melebihi Rp125 ribu itu, kaya gitu kira-kira,” jelasnya.

Alih-alih membahas soal perbedaan biaya antara umrah backpacker dan umrah melalui biro travel, Bayu lebih menyoroti soal izin umrah mandiri tersebut. Apalagi, terdapat perbedaan peraturan antara Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia.

Namun, lanjut Bayu, keunggulan umrah melalui biro travel pastinya karena terdata secara jelas, baik di Kemenag maupun KJRI di Mekkah. Berbeda dengan umrah backpacker yang tanpa perlindungan.

“Ada plus-minusnya, kalau buat saya umrah itu relatif, tidak ada murah-mahal. Akan tetapi masyarakat harus waspada terkait dengan umrah backpacker karena ada konsekuensinya,” tuturnya.

Kemenag tak anjurkan umrah backpacker

Beberapa waktu yang lalu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil menyebut bahwa Pemerintah Indoneia tidak menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan umrah backpacker.

Tujuannya adalah untuk melindungi umat Muslim yang ingin melaksanakan umrah. Hal itu lantaran perjalanan umrah berbeda dengan perjalanan wisata lainnya, karena melibatkan aturan-aturan peribadatan yang harus jadi perhatian.

“Ke Eropa, Jepang, Amerika, ke mana pun kita bisa lakukan sendiri, karena tidak ada aturan-aturan dalam melakukan perjalanan itu, tapi umroh berbeda. Ada aturan peribadatan yang harus kita penuhi,” kata Yaqut.

BACA JUGA: Hendak Berangkat Haji? Ini Contoh Pidato Pamit Haji atau Umrah dalam Walimatussafar, Mudah dan Penuh Makna

Yaqut menyebut, tidak semua umat memahami aturan peribadatan. Oleh karena itu, perlu bimbingan dan bantuan dalam melaksanakan umroh.

Selain itu, pemerintah juga menginginkan agar jamaah umrah mendapatkan bantuan dan panduan yang memadai dari biro perjalanan umrah yang profesional.

“Banyak hal yang jadi pertimbangan pemerintah kenapa sebaiknya memang umroh backpacker itu kita hindari. Jadi ada biro-biro umroh travel perjalanan ibadah umroh yang akan siap membantu umat untuk bisa menjalankan umroh dengan baik,” tandas Yaqut. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp