Pendidikan

Unjuk Potensi Siswa, Kokurikuler SMP Institut Indonesia Semarang Gabungkan Pelajaran dan Life Skills

×

Unjuk Potensi Siswa, Kokurikuler SMP Institut Indonesia Semarang Gabungkan Pelajaran dan Life Skills

Sebarkan artikel ini
unjuk bakat siswa
Unjuk bakat siswa saat Perayaan Belajar Kokurikuler di SMP Institut Indonesia Semarang, Jumat, 19 Juni 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Di tengah dominasi penilaian akademik dan angka rapor, SMP Institut Indonesia Semarang memilih menampilkan wajah pendidikan yang berbeda. Melalui Perayaan Belajar Kokurikuler Tahun Ajaran 2025/2026, sekolah ini menjadikan karya nyata siswa sebagai indikator perkembangan potensi dan karakter mereka.

Mengusung tema “Menggali Potensi Diri Melalui Kokurikuler”, kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menampilkan berbagai hasil proyek pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan akademik dengan keterampilan hidup atau life skills.

Berbeda dari pameran sekolah pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya memamerkan hasil karya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana siswa belajar memecahkan masalah, berkolaborasi, hingga mengembangkan kreativitas melalui proyek-proyek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kepala SMP Institut Indonesia Semarang, Hermien Budiwismaningrum, mengatakan bahwa kokurikuler bukan sekadar pelengkap kegiatan belajar mengajar.

“Kegiatan kokurikuler bukan sekadar sebagai pelengkap, melainkan wadah penting di mana murid dapat mengintegrasikan berbagai mata pelajaran. Yakni dengan keterampilan hidup [life skills],” ujarnya kepada beritajateng.tv pada Sabtu, 20 Juni 2026.

BACA JUGA: Festival Waisak Anak 2026, Ajang Anak Buddhis Kembangkan Bakat dan Belajar Berbagi

Menurut Hermien, perayaan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung proses dan hasil pembelajaran yang telah siswa jalani selama satu tahun.

“Hari ini adalah momen selebrasi yang sangat berharga untuk melihat langsung hasil karya, proyek, dan kreativitas yang telah anak-anak ciptakan selama proses pembelajaran. Ini adalah bukti nyata dari kerja keras, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah,” katanya.

Dari Sampah Jadi Uang hingga Pelestarian Budaya

Salah satu hal menarik dalam perayaan ini adalah keberagaman proyek yang siswa tampilkan. Tidak hanya berorientasi pada kreativitas, tetapi juga menyentuh isu lingkungan, budaya, dan pembentukan kebiasaan positif.

Beberapa karya yang dipamerkan antara lain “Sumpah Beruang (Sulap Sampah Berubah Uang)”, yang mengajarkan pengelolaan sampah bernilai ekonomi, serta “Pojok Busana Daur Ulang” yang menampilkan pemanfaatan limbah menjadi produk fesyen kreatif.