Kuliner

Usung Konsep Vintage Gabungan Kafe dan Angkringan, Begini Sensasi Nongkrong ala Pinggir Kota di Seperti Warung Kopi

×

Usung Konsep Vintage Gabungan Kafe dan Angkringan, Begini Sensasi Nongkrong ala Pinggir Kota di Seperti Warung Kopi

Sebarkan artikel ini
Seperti Warung Kopi
Kedai Seperti Warung Kopi menawarkan sensasi nongkrong dengan konsep vintage ala kafe dan angkringan. (Fadia Haris Nur Salsabila/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Ada satu kafe unik di pinggir Kota Semarang yang berdekatan dengan stasiun Jerakah. Lokasi yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, dekat dengan pedesaan, persawahan, dan jauh dari kebisingan, membuat tempat ini cocok menjadi tempat yang nyaman untuk ngobrol dan ngopi bersama teman dekat. Tempat ini bernama Seperti Warung Kopi.

Lokasi Seperti Warung Kopi memang cukup jauh dari kawasan Kota Semarang, tepatnya berada di Jalan Stasiun Jerakah, Jrakah, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Meski begitu, tempat ini wajib menjadi salah satu wishlist kafe yang harus dikunjungi dalam waktu dekat. Jika berkunjung pada sore hari, hamparan lapangan bola ditemani jingganya matahari tenggelam akan memanjakan mata.

Uniknya, tak seperti kafe lainnya yang banyak menggunakan kursi dan meja berukuran besar, kafe ini menggunakan kursi mini dan boks minuman soda sebagai mejanya.

“Kenapa pakai kursi kecil, biar kayak kita jongkok aja kesannya nongkrong banget, the real nongkrong,” kata Maarif Nurhidayat, pemilik Seperti Warung Kopi, saat beritajateng.tv berkunjung, Rabu, 11 Oktober 2023.

BACA JUGA: Terinspirasi Buku Self Improvement, Pygmy Owl Coffee Semarang Jadi Kedai Kopi Minimalis ala Kafe Thailand

Alasan merintis Seperti Warung Kopi

Maarif menjelaskan, kafe miliknya baru buka selama tiga minggu, tepatnya 15 September 2023 kemarin. Bersama satu temannya, Lutfi Niam, kedua mahasiswa USM tersebut memutuskan merintis usaha kafe untuk mengisi waktu sembari mengerjakan skripsi.

“Berawal dari keresahan temen-temen kalau nongkrong kenapa sih mahal, ketika murah kenapa fasilitasnya sangat biasa. Kami ingin seperti warung kopi yang sedikit high class tapi menunya kayak menu angkringan,” lanjutnya.

Alasan tersebut juga yang membuat keduanya mencetuskan nama kedai yang unik, yakni Seperti Warung Kopi. Bagi mereka, tempat ini selayaknya coffe shop biasa, namun dengan pilihan menu angkringan. Intinya, bukan sepenuhnya coffe shop dan hanya seperti warung kopi.

Senada, Lutfi menambahkan bahwa mereka berdua lebih banyak berkiblat pada konsep kafe di Kota Malang dengan tema vintage. Tak heran jika di satu sudut, terdapat dinding yang dipenuhi oleh berbagai macam poster.

BACA JUGA: Kafe Gethe, Kedai Jadul yang Tetap Eksis di Tengah Kepungan Pusat Perbelanjaan

Kenalkan teh dan kopi khas Banjarnegara

Untuk menu, terdapat dua ciri khas yang ada di tempat ini, yaitu teh dan kopi khas Banjarnegara. Bahkan, kopi yang digunakan yaitu Jituu Coffee Kalibening yang sudah terbukti kualitasnya hingga tingkat dunia.

“Menu khas, ada teh tradisional Banjarnegara dan Kopi Banjarnegara V60 dan Vietnam drip,” terang Maarif.

Maarif sendiri memang asli Banjarnegara. Ia tidak ingin menawarkan teh biasa yang sering orang-orang temui di pinggir jalan. Oleh sebab itu, ia sekalian ingin mengenalkan teh Banjarnegara ke masyarakat Semarang.

“Teh Banjarnegara itu istimewa, sangrainya cuma teh, nggak dicampur apa pun, tanpa melati, makanya baunya sedikit sangit. Kalau orang asli Banjarnegara sering banget minum teh tapi tanpa gula, cita rasa sepet,” jelasnya.

Sedangkan menu lainnya tak jauh berbeda seperti angkringan pada umumnya, yaitu mie gelas, mie instan, susu, jahe, hingga Extra Joss. Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp2,5 ribu hingga Rp11 ribu saja.

Jika kamu ingin berkunjung, Seperti Warung Kopi buka setiap hari dari pukul 16.00 WIB hingga 02.00 WIB. (*)

Editor: Mu’ammar Rahma Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp