Viral

Viral Guru Gunting Seragam Siswa SMP di Sragen Jateng, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

×

Viral Guru Gunting Seragam Siswa SMP di Sragen Jateng, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Guru Seragam Sragen
Seorang guru di Sragen, Jawa tengah, menggunting seragam putih milik siswa. (Foto: Instagram/@pembasmi.kehaluan.reall)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sebuah video viral memperlihatkan aksi guru menggunting seragam siswa di SMP PGRI Sukodono, Kabupaten Sragen.

Video itu menyita perhatian warganet setelah tayang melalui akun Instagram @pembasmi.kehalusan.reall. Dalam video, guru terlihat memotong bagian belakang seragam putih milik siswa pria yang tampak penuh coretan.

Kepala Sekolah SMP PGRI Sukodono, Sutardi, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada 17 Februari lalu, serta telah mendapatkan restu orang tua siswa sebelum dilakukan tindakan itu.

BACA JUGA: Viral Guru di Sragen Jawa Tengah Gunting Seragam Siswa, Picu Pro dan Kontra

“Kami mohon maaf. Namun, pemotongan seragam sudah melalui komunikasi dan disetujui orang tua,” ungkap Sutardi kepada media, Selasa, 22 April 2025.

Sutardi menambahkan, siswa itu tercatat sering melanggar aturan sekolah. Setidaknya sudah delapan hingga sembilan kali melakukan pelanggaran.

“Guru tak langsung bertindak. Kami sudah berkomunikasi sebelumnya. Bahkan, tindakan itu merupakan permintaan dari orang tua,” jelasnya.

BACA JUGA: Viral Ijazah SD di Sragen Jadi Bungkusan Mie, Kini Sudah Ketemu Pemilik Asli, Begini Alasannya

Lebih lanjut, seragam yang dipotong ternyata bukan seragam resmi sekolah. Seragam tersebut berasal dari sekolah sebelumnya, dan tidak sesuai dengan ketentuan sekolah saat ini.

Guru BK pun telah memberi peringatan agar siswa tidak lagi memakai seragam tersebut.

“Sudah kami ingatkan berkali-kali. Tapi siswa tetap mengenakan karena merasa tampil keren,” ujar Sutardi sambil menirukan alasan siswa.

BACA JUGA: Serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan, BPK RI Soroti Kemiskinan di Kebumen, Brebes, dan Sragen

Ia pun kembali meminta maaf atas kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa tindakan itu tidak bermaksud untuk mempermalukan.

Pihak sekolah menegaskan bahwa langkah tersebut demi mendisiplinkan siswa, bukan atas dasar emosi. Mereka berharap kasus ini menjadi pembelajaran agar siswa lebih taat terhadap aturan sekolah yang berlaku. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp