Peristiwa

Viral, Kronologi Pedagang Bakso Buang Limbah ke Selokan di Semarang, Dua Pihak Dimediasi

×

Viral, Kronologi Pedagang Bakso Buang Limbah ke Selokan di Semarang, Dua Pihak Dimediasi

Sebarkan artikel ini
Pemilik rumah dan pemilik warung bakso bertemu dalam agenda mediasi soal pembuangan limbah, di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu, 4 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)
Pemilik rumah dan pemilik warung bakso bertemu dalam agenda mediasi soal pembuangan limbah, di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Rabu, 4 November 2026. (Yuni Esa Anugrah/beritajateng.tv)

Setelah video menjadi perhatian publik, Rina mengatakan, telah ada komunikasi dan kesepakatan dengan pihak warung. Pemilik usaha berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan limbah agar tidak lagi dialirkan ke saluran di depan rumahnya.

Minta Maaf

Adapun, pemilik warung bakso, Indra, mengatakan, dia telah bertemu dengan warga dan meminta maaf atas persoalan tersebut.

Dia mengakui pembuangan limbah ke saluran tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun. Ke depan, dia berencana menggunakan tandon untuk menampung limbah sebelum ada penyedotan dan dibawa ke tempat pembuangan limbah.

“Kami sudah bertemu dengan pihak sebelah sana dan sudah meminta maaf. Harapannya ke depan bisa saling memaafkan. Mungkin nanti pakai tandon, kami tampung dulu, kemudian disedot untuk pembuangan limbah,” kata Indra saat ditemui di warungnya.

BACA JUGA: Dukung Ekonomi Sirkular, APPMBGI Olah Limbah Dapur MBG Jadi Bioavtur dan Kompos

Pengurus RT setempat, Eka Kurniawan, turut memberikan penjelasan mengenai kejadian yang terekam dalam video. Dia berkata, keluar rumah setelah mendengar keributan pada Selasa, 3 November 2026 sekitar pukul 22.00 hingga 22.30 WIB.

Eka mengaku berusaha menengahi kedua pihak dan meminta agar persoalan tersebut bisa musyawarah melalui forum RT.

“Saya sebenarnya hanya ingin menjelaskan persoalannya. Malam itu saya mencoba memediasi dan menyarankan agar dilaporkan ke RT supaya bisa ditindaklanjuti melalui forum warga,” katanya.

BACA JUGA: Sampah Dapur MBG Mayoritas Organik, DLHK Jateng Minta SPPG Kelola Limbah Secara Mandiri

Menurutnya, persoalan limbah dan adu argumen yang terjadi dalam video tidak sepenuhnya menggambarkan rangkaian kejadian malam itu.

Dia bilang, pihak pedagang bakso mengklaim telah menggunakan mikroba untuk mengurangi bau sebelum limbah dia alirkan ke saluran. Kemudian membilasnya dengan air bersih.

Meski demikian, persoalan pembuangan limbah tersebut kini mengarah pada penyelesaian melalui kesepakatan antara warga dan pemilik warung. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp