BLORA, beritajateng.tv – Sebuah video amatir aksi heroik petugas Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Blora, mengejar pelaku illegal logging menjadi viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 38 detik itu terlihat petugas melakukan pengejaran sambil mengeluarkan tembakan peringatan dua kali di hutan wilayah RPH Ngampel, BKPH Banyu Urip.
Video tersebut memperlihatkan sekelompok pelaku illegal logging yang panik dan melarikan diri saat petugas kejar.
BACA JUGA: Kena Terjang Angin Kencang, Panggung Pertunjukan Ketoprak di Blora Ambruk
Mereka meninggalkan sepeda motor dan kayu curian yang sudah terpotong dan siap dijual.
Herry Merkussiyanto Putro, Administratur (Adm) KPH Randublatung, menyayangkan beredarnya video internal tersebut.
Ia menjelaskan bahwa saat kejadian hanya ada empat petugas yang berhadapan dengan sembilan pelaku.
BACA JUGA: Masuki Musim Giling 2025, Tradisi Penganten Tebu Kembali Berlangsung di Blora, Sempat Vakum 6 Tahun
Menghadapi perlawanan dari pelaku, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke atas untuk meminta pelaku menyerahkan diri.
“Kondisinya di lapangan tidak memungkinkan; mereka membawa senjata tajam, petugas kami hanya empat orang,” ungkap Herry, Rabu, 7 Mei 2025.
Sayangnya, para pelaku memilih untuk kabur dan meninggalkan barang bukti di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Ramaikan Sedekah Bumi, Ratusan Warga Blora Berebut Tumpeng, Polisi Imbau Awas Curanmor
Satu sepeda motor dan tiga batang kayu jati hasil curian berhasil petugas amankan di TKP.
“Kami tidak mengejarnya, karena lokasinya jauh. barang bukti sudah kami proses, dan sudah kami laporkan sesuai prosedur,” imbuhnya.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 2 Mei 2025 sore dan ini menunjukkan komitmen petugas Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan dan memberantas praktik illegal logging di wilayah hutan Jawa. (*)
Editor: Mu’ammar R. Qadafi





