Uniknya, saat pembangunan Bendungan Pleret selesai, masyarakat sekitar malah memanfaatkan mercu bendungan untuk seluncuran. Mereka bahkan membentuk klub seluncuran yang mewadahi aktivitas mereka.
“Pada masa itu seluncuran tidak hanya dilakukan oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa,” kata Sukardi.
Ia menyebut, masyarakat sampai akrab dan mengenal seorang penjaga bernama Zimmermann. Yang kemudian sempat menjadi nama jalan di samping Banjir Kanal Barat.
“Kanal itu dimanfaatkan warga untuk tempat pelesiran. Banyak orang datang ke tempat itu untuk memancing, menikmati pemandangan atau bermain seluncuran,” tandas Rukardi. (*)
Editor: Farah Nazila





