Dengan data yang valid, lanjutnya, nantinya akan berguna dalam keberhasilan pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah. Salah satunya data penerima dan penyaluran bantuan di Blora bisa secara tepat sasaran. “Biar tidak ada salah sasaran bantuan, kami berharap panjenengan melakukan kegiatan ini dengan benar dan baik.
Dijelaskannya, Kabupaten Blora memiliki jumlah penduduk sekitar 943 ribu jiwa, dan hampir separuhnya masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Meski demikian masih ditemui persoalan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran. Oleh karena itu dengan pendataan Regsosek diharapkan akan memperbaiki data yang ada selama ini.
Sementara itu, Kepala BPS Blora Nurul Choiriyati, SST, MM, mengungkapkan, bahwa pendataan awal Regsosek ini memiliki peran strategis dalam pelaksanaan program dan kebijakan pemerintah kedepannya.
“Harapan Presiden dengan adanya pendataan ini nanti maka akan memperbaiki database yang ada, data ini akan digunakan untuk bantuan sosial, baik tunai maupun non tunai, mungkin juga untuk bantuan, kesehatan, pendidikan dan lainnya. ini juga akan terhubung dengan kependudukan,” papar Nurul.
kepada para petugas dipesankan agar tidak perlu khawatir ketika terjun ke masyarakat melakukan proses pendataan ini, pasalnya kegiatan ini dikawal oleh berbagai pihak.
“Bapak Bupati juga sudah menyampaikan kepada para kades dan camat, ketika bapak ibu nanti ke lapangan sudah terbackup dengan berbagai dukungan, Surat Edaran dari Gubernur maupun Bupati juga sudah terbit, Insya Allah nanti kegiatan ini dikawal oleh semua lini,” tandasnya.
Mengingat data tersebut sangatlah penting, Kepala BPS Blora Nurul Choiriyati. meminta agar seluruh petugas agar tidak melakukan penyimpangan atau moral hazard yang mana dapat mengakibatkan data tidak berkualitas.
“Karena data ini sangat strategis maka sangat tidak diperbolehkan teman-teman untuk melakukan moral hazard. Seperti hanya menyalin data, datang kerumah RT hanya menyalin, itu tidak boleh,” paparnya.





