Jateng

Wajah Baru Taman Abdulrahman Saleh Semarang, Punya Playground dan Ruang Bermain Ramah Anak

×

Wajah Baru Taman Abdulrahman Saleh Semarang, Punya Playground dan Ruang Bermain Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
Wajah Baru Taman Abdulrahman Saleh Semarang, Punya Playground dan Ruang Bermain Ramah Anak
Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakilnya Iswar Aminuddin menyapa anak-anak di Taman bermain ramah anak Taman Abdulrahman Saleh Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Revitalisasi Taman Abdulrahman Saleh di Kecamatan Semarang Barat membawa warna baru bagi ruang publik Kota Semarang.

Taman seluas sekitar 2.000 meter persegi itu kini ramai oleh warga setelah memiliki fasilitas playground ramah anak dan viral di media sosial.

Ilustrasi sosial media. (Pexels/Pixabay)

Taman Abdulrahman Saleh sendiri, berkonsep Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), yang mengedepankan aspek keamanan, inklusivitas, dan nilai edukasi.

Berbagai fasilitas tersedia untuk mendukung aktivitas keluarga. Mulai dari area bermain anak, toilet umum, jogging track, panggung pertunjukan, hingga sistem pengawasan melalui kamera CCTV.

Kehadiran taman yang lebih tertata ini mendapat sambutan antusias masyarakat. Salah satu pengunjung, Ika Yunis (30), mengaku sering mengajak anaknya yang masih berusia dua tahun bermain di taman tersebut.

BACA JUGA: Taman Kecil di Semarang Diubah Jadi Mini Eco Smart Park, Ada Play Ground Hingga Green House

“Sekarang tamannya jauh lebih nyaman dan aman. Anak-anak bisa bermain tanpa khawatir, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang banyak fasilitas rusak,” ujar Ika, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia berharap taman tersebut bisa terus terawat, agar tetap menjadi ruang bermain yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus tempat berkumpul keluarga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan Taman Abdulrahman Saleh merupakan taman bermain ramah anak ketiga yang Pemerintah Kota Semarang dirikan.

Strategi Pemkot Perkuat BUMD, Dari Pengawasan hingga Penyertaan Modal
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. (Ellya/beritajateng.tv)

Menurutnya, pengembangan taman menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang aman dan layak bagi anak.

“Kami akan membangun taman bermain ramah anak sebanyak mungkin dengan memilih lokasi yang benar-benar aman. Semua taman yang ada juga kami inventarisasi untuk kami kembangkan secara bertahap,” kata Agustina.

Ia menambahkan, taman-taman yang selama ini kurang terawat akan pihaknya tingkatkan fungsinya dengan penambahan fasilitas bermain anak. Perawatan taman berjalan secara kolaboratif antara kelurahan, kecamatan, dan masyarakat pengguna.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa konsep taman di rancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Taman ini kami desain agar anak-anak bisa tumbuh sehat, aktif, dan interaktif. Selain itu, taman ini juga menjadi ruang terbuka hijau tempat keluarga dan masyarakat bisa berinteraksi,” ujar Suwarto.

Ia menjelaskan, taman tersebut juga memiliki fungsi edukasi lingkungan. Di area taman disediakan greenhouse dan sejumlah tanaman yang dilengkapi kode batang atau barcode. Anak-anak dapat memindai barcode untuk mengetahui jenis dan usia tanaman.

“Dengan cara ini, anak-anak bisa belajar mengenal lingkungan secara langsung, mulai dari jenis tanaman hingga cara merawatnya,” kata dia.

Telan Anggaran Rp2,4 Miliar

Revitalisasi Taman Abdulrahman Saleh didanai melalui APBD Kota Semarang tahun 2025 dengan pagu anggaran Rp2,8 miliar. Setelah proses lelang, nilai pekerjaan menjadi Rp2,4 miliar.

Menurutnya, selisih tersebut menjadi bagian dari efisiensi anggaran yang juga terjadi pada sejumlah proyek lain.

Selain area bermain anak, taman ini memiliki ruang terbuka yang dapat para remaja dan komunitas manfaatkan untuk berbagai kegiatan. Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, petugas siaga selama 24 jam.

“Taman ini jaga penuh selama 24 jam. Namun kami  juga berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah pemerintah bangun,” ujarnya.

Terkait pengembangan ke depan, Suwarto menyebut Pemerintah Kota Semarang telah menginventarisasi sekitar 50 taman yang ada.

Dari jumlah tersebut, sekitar 10 taman memiliki potensi tinggi untuk pihaknya kembangkan menjadi ruang bermain ramah anak.

  1. “Pengembangannya akan dilakukan bertahap. Saat ini sudah ada beberapa taman yang masuk sertifikasi taman bermain ramah anak dari kementerian,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada 2024 terdapat dua taman yang telah tersertifikasi sebagai taman bermain ramah anak.

Pada 2025, Pemkot Semarang kembali mengusulkan dua taman, yakni Taman Abdulrahman Saleh dan Taman Negara, untuk memperoleh sertifikasi serupa yang targetnya terbit pada 2026.

“Taman Abdulrahman Saleh menjadi taman ramah anak ketiga, dan tahun ini akan menyusul taman keempat yang akan Pemkot resmikan,” pungkas Warto. (*)

Editor: Elly Amaliyah

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp