Nasional

Wamendagri Tinjau Irigasi Terdampak Normalisasi Sungai Beringin, Petani Wadul Rugi Puluhan Juta

×

Wamendagri Tinjau Irigasi Terdampak Normalisasi Sungai Beringin, Petani Wadul Rugi Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Wamendagri Tinjau Irigasi Terdampak Normalisasi Sungai Beringin, Petani Wadul Rugi Puluhan Juta
Wamendagri Bima Arya Sugiarto bersama Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meninjau irigasi terdampak sungai Beringin Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

Dia berharap kementerian segera membuatkan bendungan permanen untuk mengairi sawah mereka. “Harapan kami dibuatkan bendungan, gak usah tinggi-tinggi yang penting air bisa mengalir kesana,” kata Khayat.

Langsung Tinjau Titik Irigasi

Menanggapi hal tersebut, Wamendagri, Bima Arya Sugiarto secara langsung melihat titik-titik yang di usulkan untuk perbaikan irigasinya.

“Ini satu contoh di masa lalu bahwa paradigmanya berbeda. Jadi ada kebutuhan mengatasi banjir tapi kemudian berdampak pada saluran irigasi pertanian yang menyebabkan airnya berkurang bahkan mati. Sehingga selama tiga tahun terakhir menurut laporan petani mereka tidak lagi panen,” kata Bima.

Pastikan Usulan Masuk Kementerian

Bima Arya kemudian meminta Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu untuk melakukan pengecekan dan memastikan agar usulan ke Kemenko Pangan dan Kementan sudah masuk.

“Saya minta dicek, dipastikan, usulan ini masuk di tahun depan, karena ada 2 juta hektar yang sudah di verifikasi oleh Kemenko Pangan dan Kementan untuk di bangun tahun depan. Seharusnya ini masuk untuk dibuatkan check dam sehingga banjir bisa kita kendalikan. Sementara air bisa kita salurkan ke irigasi sekunder dan tersier,” ujarnya.

Dengan adanya check dam tersebut, ia berharap paling tidak para petani bisa panen tiga kali dalam satu tahun.

“Kami berharap betul petani dalam satu tahun bisa tiga kali panen dan satu hektar diatas 6 ton, yang pastinya tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan tapi juga bisa dibeli oleh Bulog. Saya rasa ini penting untuk penguatan swa sembada pangan di Jawa Tengah,” paparnya.

Dirinya memastikan agar usulan bisa dicek kembali dan dipastikan agar bisa terealisasikan pada 2025 mendatang.

“Kalau dari Kemenko Pangan anggarannya sekitar Rp 22 triliun untuk perbaikan irigasi seluruh Indonesia 2juta hektar. Total estimasi memang sekitar 3juta untuk kebutuhannya namun setelah diverifikasi biar bisa fokus untuk peningkatan kapasitas produksi padi itu ya sekitar 2juta tadi,” terangnya.

Intregasikan Usulan ke Kementerian