SEMARANG, beritajateng.tv – Warga Jawa Tengah, tak terkecuali Kota Semarang, tengah merasakan udara dingin atau yang masyhur dengan fenomena “bediding“. Bagaimana bediding bisa terjadi di tengah musim kemarau yang masih berlangsung?
Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Haris, menjelaskan fenomena bediding biasa terjadi setiap tahunnya, tepatnya saat musim kemarau. Biasanya, bediding terjadi pada bulan Juli hingga Oktober.
“Fenomena ini terjadi rutin hampir setiap tahun berulang, yang kemudian kita sebut bediding. Dan juga nantinya akan menimbulkan fenomena satu lagi, yaitu fenomena embun lepas, terutama untuk di wilayah Dieng ya,” ungkap Haris saat beritajateng.tv jumpai langsung di kantornya, Sabtu, 12 Juli 2025.
BACA JUGA: Waspada! Berikut Prediksi Cuaca di Wilayah RI Sampai Pekan Depan Menurut BMKG
Menurutnya, fenomena bediding ini terjadi karena faktor klimatologis, yakni angin timuran berembus dari Australia yang saat ini sedang berlangsung musim dingin.
“Kemudian faktor tutupan awan, di musim kemarau ini kan [awan] sudah berkurang, bahkan kalau kita lihat hari ini tidak ada sama sekali. Sinar matahari yang sampai ke bumi pada malam hari langsung lepas, tidak lagi tertahan lagi oleh awan. Alhasil hangat yang terlepas dari bumi pada malam hari langsung keluar ke angkasa,” terangnya.
Fenomena bediding berlangsung hingga kemarau rampung
Di beberapa daerah khususnya daerah selatan maupun dataran tinggi di Kota Semarang dan sekitarnya seperti Mijen, Tembalang, hingga Ungaran, kata Haris, suhu terendah selama fenomena bediding berlangsung bisa mencapai 18-19 derajat.
Normalnya, suhu pada daerah tersebut berkisar 23 derajat pada musim pancaroba.
“Kalau untuk di kota sendiri mungkin lebih cenderung [panas], biasanya kalau yang daerah Kota seperti di Ungaran, kemudian kalau sebelah baratnya seperti di Mijen atau yang dekat-dekat perbukitan mungkin hampir mendekati 18 atau 19 derajat,” jelasnya.
Untuk daerah Jawa Tengah, wilayah paling dingin saat fenomena bediding terjadi di daerah pegunungan seperti Dieng.
BACA JUGA: Musim Kemarau 2025 Menurut BMKG, Perkiraan Mundur dengan Durasi Lebih Pendek





