“Tentunya, kami perlu melibatkan elemen-elemen masyarakat tidak hanya pemerintahan. Sehingga harapannya permasalahan keamanan pangan di Kota Semarang dapat teratasi,” ucapnya.
Melalui program Mata Dewa dan tersedianya mobil laboratorium keamanan pangan, dia berharap, masyarakat bisa memilih menu beragam, bergizi seimbang dan aman. Baik pangan olahan maupun pangan segar baik pangan segar asal tumbuhan (PSAT), pangan segar asal hewan (PSAH), dan pangan segar asal ikan (PSAI).
“Aman dalam hal ini adalah terhindari dari cemaran kimia seperti pestisida dan bahan berbahaya. Misalnya boraks dan formalin, rodhamin B, methanyl yellow, biologi dan fisik,” sebutnya. (*)
Editor: Elly Amaliyah





