“Saya ingin bisa ikut pembelajaran offline, ketemu teman-teman, dan komunikasi langsung supaya lebih lancar,” ungkapnya.
Rektor UDINUS, Pulung Nurtantio Andono menjelaskan bahwa penerapan blockchain menjadi langkah inovatif untuk menjamin keaslian ijazah. Teknologi ini memungkinkan data tersimpan secara permanen dan transparan sehingga sulit orang manipulasi.
“Ini pertama kali dalam sejarah UDINUS kami menggabungkan teknologi blockchain pada ijazah dan transkrip. Dengan sistem ini, keaslian dokumen bisa diverifikasi dengan mudah dan tidak bisa dihapus,” ungkapnya.
BACA JUGA: Keluarga Pratama Arhan Nonton Bareng Timnas Indonesia vs Australia: Meski Kalah Tetap Dukung
Menurutnya, blockchain tidak hanya berguna untuk ijazah, tetapi juga penerapannya berpotensi pada seluruh rekam jejak akademik mahasiswa, mulai dari nilai hingga prestasi.
“Semua bisa terintegrasi sehingga meminimalkan manipulasi data, bahkan bisa dikatakan hampir tidak mungkin,” tegasnya.
Wisuda ke-87 UDINUS berlangsung selama dua hari pada 29-30 April 2026. Total wisudawan dan wisudawati sebanyak 841 yang terbagi 401 di hari pertama dan 440 di hari kedua. (*)
Editor: Farah Nazila





