SEMARANG, beritajateng.tv – Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi menyandang gelar sarjana manajemen dalam prosesi wisuda ke-87 Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dengan cara yang berbeda. Ia menjadi salah satu lulusan pertama yang menerima ijazah berbasis blockchain, teknologi yang diklaim lebih aman dan sulit dipalsukan.
Arhan tak menutupi rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, ia tetap mampu menuntaskan pendidikan sekaligus merasakan inovasi baru dalam dunia akademik.
“Alhamdulillah saya sangat senang bisa lulus dan mendapatkan ijazah blockchain. Ini jadi kebanggaan dan sangat mengesankan buat saya,” ujar Arhan usai wisuda di Patra Semarang Hotel & Convention pada Rabu, 29 April 2026.
BACA JUGA: Heboh Pratama Arhan Kembali Ngampus di Udinus, Pendidikan Formal Karier Bola dari Kota Semarang
Menurutnya, penggunaan teknologi blockchain pada ijazah menjadi pengalaman baru yang membanggakan. Apalagi penerapannya ini merupakan kali pertama di UDINUS. Ia merasa menjadi bagian dari sejarah awal penerapan inovasi tersebut.
Cukup Sulit Bagi Waktu Antara Kuliah dan Bola
Tak hanya soal kelulusan, Arhan juga berbagi kesan selama menjalani kuliah. Ia mengaku tantangan terbesar adalah membagi waktu antara kewajiban sebagai pemain sepak bola, baik bersama Timnas maupun klub di luar negeri dengan tanggung jawab akademik.
“Memang cukup sulit membagi waktu, karena saya harus ke Timnas dan juga bermain di luar negeri. Tapi alhamdulillah kampus memberi kelonggaran dengan sistem daring, jadi saya bisa lebih tenang,” jelasnya.
Arhan yang tergabung dalam klub Bangkok United itu mengaku mendapatkan dukungan untuk menyelesaikan studi. Bahkan, Arhan sempat meminta izin untuk mengikuti wisuda di tengah jadwal kompetisi.
“Tim sangat support. Saya diizinkan wisuda dulu, setelah itu langsung kembali bergabung,” katanya.
Ke depan, Arhan berencana melanjutkan pendidikan di UDINUS melalui program beasiswa S2 dengan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Ia berharap dapat merasakan pembelajaran secara tatap muka.





