JatengPeristiwa

300 Orang Lebih jadi Korban Keracunan MBG di Batang, Dinkes Bantah Ada Pasien Meninggal Dunia

×

300 Orang Lebih jadi Korban Keracunan MBG di Batang, Dinkes Bantah Ada Pasien Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Sejumlah petugas menangani korban keracunan MBG di RSUD Batang, Kabupaten Batang.
Sejumlah petugas menangani korban keracunan MBG di RSUD Batang, Kabupaten Batang. (Dok: Dinkes Batang)

SEMARANG, beritajateng.tv – Rentetan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi di provinsi Jawa Tengah. Setelah di Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kudus, Rembang, Blora, Pati, dan Purworejo, kali ini terjadi di Kabupaten Batang.

Korban keracunan MBG di  di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang tersebar di sejumlah lokasi. Lebih dari 300 siswa, dan wali murid dari 11 lokasi mengalami gejala keracunan MBG.

Para penerima manfaat tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren. Makanan MBG kabarnya berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, pada Selasa, 22 September 2026.

Sejumlah siswa dan guru mulai merasakan gejala gangguan kesehatan pada Rabu sore hingga malam hari.

Kondisi Pasien Keracunan MBG

Dalam rilis resmi pada Kamis, 24 September 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, mengatakan, kondisi pasien yang menjalani perawatan di RSUD Batang menunjukkan perkembangan yang membaik.

Ida mengaku terus memantau kondisi pasien hingga hari ini. Dia mengatakan, kondisi pasien sudah mulai baik.

BACA JUGA: Rentetan Kasus Keracunan MBG di Pati, Gus Yasin: Perhatikan SOP, Jangan Lempar-lemparan

dirinya memantau kondisi pasien hingga hampir tengah malam dan kembali melakukan pemantauan pada Kamis pagi.

“Sejauh saya memantau pagi ini kondisi aman. Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik semuanya,” katanya.

Bantah Kabar Ada Pasien Meninggal Dunia

Ida membantah kabar yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan MBG di Bawang, Batang.

Apabila terdapat pasien yang meninggal dunia, kata Ida, fasilitas pelayanan kesehatan akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada Dinkes.

“Kalau ada laporan yang meninggal pasti iya. Kalau ada yang meninggal pasti kita langsung ditelepon. Belum meninggal pun pasti sudah telepon,” katanya.

BACA JUGA: Keracunan MBG di Jawa Tengah Beruntun dalam Sepekan, LP2K: Siswa Berhak Menolak jika Trauma

Dia menduga, kabar mengenai adanya korban meninggal dunia kemungkinan berasal dari informasi mengenai orang lain yang meninggal. Akan tetapi tidak berkaitan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Bawang.

“Mungkin ada orang meninggal, tapi meninggalnya bukan kasus yang ini,” ucapnya.

Gejala Diare, Mual, Muntah dan Pusing Mulai Berkurang

Kondisi pasien yang mulai membaik, kata Ida, terlihat dari berkurangnya sejumlah gejala yang sebelumnya. Di antaranya diare, mual, muntah hingga pusing.

“Misalnya tadinya buang air besar (BAB) berkali-kali terus jadi berkurang. Tadinya ada mual muntah sekarang enggak, tadinya pusing-pusing enggak,” ucapnya.

BACA JUGA: Ratusan Siswa Keracunan MBG di Blora, BGN Pecat Kepala SPPG Sukorejo 2

Ida mengatakan,  keluhan seperti sakit perut akibat gangguan pencernaan tidak selalu langsung hilang dalam waktu singkat.

Akan tetapi, kata dia, berkurangnya intensitas keluhan menjadi salah satu indikator kondisi pasien mulai membaik.

Hingga Kamis hari ini, Dinkes Batang masih melakukan pemantauan secara berkala terhadap pasien yang menjalani perawatan serta penanganan kasus dugaan keracunan MBG tersebut.

“Kalau sakit perut memang bertahap. Orang diare biasa saja mesti sakit perutnya, kan enggak langsung sembuh. Besok harinya pun masih ada sakit perutnya, tapi sudah berkurang,” katanya. (*)

Editor: Diaz A Abidin

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp