Kesehatan

Catatan Dinkes Semarang Soal Dua Atlet Porprov Meninggal, Minta MCU Atlet Tak Asal Formalitas

×

Catatan Dinkes Semarang Soal Dua Atlet Porprov Meninggal, Minta MCU Atlet Tak Asal Formalitas

Sebarkan artikel ini
Kadinkes Semarang Buka Suara Soal PHK Sepihak Sopir Ambulans, Klaim Tak Ada Maladministrasi
Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Dinas Kesehatan Kota Semarang menilai medical check-up (MCU) tidak boleh hanya menjadi syarat administratif atlet, tetapi harus mampu mendeteksi risiko kesehatan sesuai kondisi fisik dan karakteristik cabang olahraga.

Evaluasi ini mengemuka setelah dua atlet meninggal dunia dalam gelaran Porprov Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam, menekankan pentingnya pemeriksaan yang lebih spesifik, pemantauan riwayat penyakit, hingga kesiapan penanganan medis saat pertandingan berlangsung.

Menurut Hakam, setiap cabang olahraga memiliki tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, pemeriksaan kesehatan atlet perlu menyesuaikan potensi gangguan yang mungkin muncul ketika mereka menjalani aktivitas fisik dengan intensitas tinggi.

BACA JUGA: Normalisasi Saluran Kaligawe Mulai Pekan Depan, Satpol PP Semarang bongkar 57 Lapak PKL  

“Medical check-up-nya (MCU) atlet itu sebetulnya menyesuaikan dengan risiko dari para atletnya,” kata Hakam.

Atlet yang memiliki riwayat penyakit tertentu juga membutuhkan perhatian lebih. Informasi mengenai kondisi kesehatan sebelumnya harus menjadi pertimbangan tim medis sebelum atlet di nyatakan siap bertanding.

Dengan pemeriksaan yang tepat, tenaga medis harapannya dapat mengenali faktor risiko sejak awal. Langkah ini sekaligus membantu menentukan bentuk pemantauan dan penanganan yang dibutuhkan selama kompetisi.

Cedera Atlet Perlu Pemeriksaan Menyeluruh

Hakam juga mengingatkan agar penanganan atlet yang mengalami cedera tidak hanya berfokus pada bagian tubuh yang terlihat terluka.

Ia mencontohkan atlet yang mengalami patah jari setelah terjatuh atau terkena benturan. Jika kejadian tersebut juga melibatkan benturan kepala, tim medis perlu mempertimbangkan pemeriksaan pada bagian kepala.

“Kalau misalnya jatuhnya atau lukanya itu di dahului oleh benturan kepala atau kepalanya jatuh di bawah dan lain sebagainya. Paling tidak itu ada screening ke arah kepala,” ujarnya.

Menurut Hakam, pemeriksaan terhadap satu jenis cedera belum tentu menggambarkan seluruh kondisi atlet. Tim medis perlu menggali kronologi kejadian untuk memastikan tidak ada cedera lain yang luput dari pemeriksaan.