SEMARANG, beritajateng.tv – Dalam video viral di media sosial, seorang pria tampak memasuki rumah sakit di Semarang dan membuat kericuhan dengan mengacung-acungkan celurit.
Peristiwa tersebut terjadi di Rumah Sakit Pantiwilasa Semarang Timur pada Selasa, 16 Juli 2024 pukul 04.30 WIB.
Bahkan, dalam rekaman tersebut Andre tak hanya marah-marah, tetapi juga memecahkan kaca di lobi Rumah Sakit Pantiwilasa Semarang menggunakan celuritnya.
BACA JUGA: Miris Penembakan Kucing di Semarang, Indonesia Ternyata Peringkat Pertama Penyiksa Hewan di Dunia
Usai kejadian tersebut, polisi segera menangani situasi dengan menangkap pelaku, yakni Andre Pamungkas (24).
Kapolsek Semarang Timur, Iptu Andy Susanto, menjelaskan bahwa setelah penangkapan, polisi mendapati pelaku tengah menjalani pengobatan gangguan jiwa.
Ia pun menguraikan kronologi kejadian. Mulanya, dari Andre datang ke Pantiwilasa dengan membawa senjata tajam.
Kronologi pria mengamuk bawa celurit di Rumah Sakit Panti Wilasa Semarang Timur
Saat tiba, ia bertemu dengan satpam bernama Kamil. Andre memaksa masuk dan bertemu dengan dokter jaga.
Dokter jaga menjadi panik karena Andre membawa clurit. Dokter tersebut segera menutup pintu untuk menghindari kejadian yang tidak-tidak.
Di belakang Andre, terdapat seseorang berbadan gemuk yang ternyata ialah kakaknya sendiri.
“Saat dokter menutup pintu, pelaku malah-marah dan berteriak, ‘Doktere pelit.’ Setelah itu, pelaku mengayunkan celurit ke arah kaca hingga pecah,” terang Andy, Selasa, 16 Juli 2024.
Biasanya, Andre membeli obat di Pedurungan atau Rumah Sakit Jiwa Dokter Amino. Namun, karena tempat tersebut tutup, ia pergi ke Rumah Sakit Pantiwilasa.
Setelah kejadian, polisi segera mengamankan Andre dan menyangkakan pasal 406 tentang kepemilikan senjata tajam.
BACA JUGA: Viral Aksi Penembakan Kucing di Semarang, Animal Defenders Indonesia Dorong Proses Hukum
Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata Andre merupakan pasien gangguan jiwa dan memiliki kartu pengobatan.
“Tersangka ini pasien berobat. Mengalami gangguan jiwa, ada kartu berobat dan rujukan, serta ada obat yang dikonsumsi,” tutur Andy.





