SEMARANG, beritajateng.tv – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama puncak musim kemarau.
Berdasarkan catatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, jumlah kejadian kebakaran mengalami peningkatan signifikan memasuki Agustus 2026. Kebakaran yang terjadi meliputi kebakaran lahan maupun rumah.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan hingga periode Januari sampai Juni 2026 tercatat sebanyak 44 peristiwa kebakaran.
Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 75 kasus hingga pekan pertama Agustus 2026.
Rinciannya, selama Juli 2026 terjadi penambahan 27 kasus kebakaran. Sementara pada pekan pertama Agustus sudah tercatat lima kasus kebakaran lagi.
“Artinya sudah ada peningkatan sebanyak 31 peristiwa kebakaran sepanjang Juli sampai awal Agustus ini,” jelas Anang di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu 5 Agustus 2026.
BACA JUGA: Semarang Luncurkan Sigap Hidran, Cari Sumber Air Saat Kebakaran Kini Tinggal Buka Aplikasi
Dari 27 kejadian kebakaran yang terjadi sepanjang Juli, sebanyak 15 kasus merupakan kebakaran lahan. Sementara sisanya merupakan kebakaran rumah.
Menurut Anang, kondisi tersebut menunjukkan potensi kebakaran pada puncak musim kemarau tahun ini semakin tinggi sehingga membutuhkan perhatian dan kewaspadaan dari seluruh pihak.
“Sehingga butuh perhatian dan kewaspadaan bersama untuk mengurangi kebakaran,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satpol PP dan Damkar bersama BPBD Kabupaten Semarang serta berbagai pemangku kepentingan terus meningkatkan kesiapsiagaan.
Selain menyiagakan posko induk, seluruh pos damkar di berbagai wilayah juga disiagakan, baik personel, armada, maupun peralatan pendukung penanganan kebakaran.
Anang menjelaskan, tingginya potensi kebakaran dipengaruhi beberapa faktor, terutama dampak El Nino yang menyebabkan cuaca lebih kering dan suhu udara meningkat.
Dalam kondisi tersebut, gesekan ranting kering dapat memicu percikan api. Selain itu, banyaknya rumput dan dedaunan yang mengering membuat api lebih mudah menyebar.
Karena itu, Anang mengimbau masyarakat mengurangi berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, baik di lahan maupun kawasan permukiman.
BACA JUGA: Kebakaran Kios BBM Eceran, Satu Orang Luka dan Dua Sepeda Motor Terbakar
Ia berharap langkah tersebut dapat menekan jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Semarang agar tidak terus meningkat.
“Seperti tahun 2024 angka kejadian kebakaran di Kabupaten Semarang cukup tinggi, akumulasinya mencapai lebih dari 230 kejadian kebakaran,” tandas Anang. (*)
Editor: Farah Nazila





