“Iya (karena banyaknya perceraian), saya menghubungkan beberapa data itu nyambung gitu. Jadi kemungkinan, sebab ini kan berkorelasi ya artinya ada korelasi-korelasi yang menarik gitu,” ujar dr. Hasto.
BACA JUGA: Cek Harga Beras di Pasar Bulu, Mendag: Harga Naik Karena Stok Menipis
Di sisi lain, melansir dari Lunch Actually, pada tahun 2023, 60 persen jomblo di Indonesia mengalami penekanan untuk menikah. Adapun angka tersebut melonjak dari dua tahun sebelumnya.
Menurut survei, alasan mereka mendapati penekanan untuk menikah tersebut adalah faktor kebiasaan masyarakat dan budaya yang semakin berkembang. (*)





