Jateng

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Semarang Terbitkan SK Kesiapsiagaan Hidrometeorologi Basah

×

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Semarang Terbitkan SK Kesiapsiagaan Hidrometeorologi Basah

Sebarkan artikel ini
bencana longsor
Ilustrasi bencana longsor akibat dampak hujan lebat di lingkungan Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat 24 Oktober 2025. (Bowo Pribadi/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Meski Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana Hidrometeorologi Kering belum berakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah menyusun SK Kesiapsiagaan Hidrometeoroligi Basah.

Mencermati kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Semarang yang terjadi akhir-akhir ini, langkah tersebut dipandang perlu sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kebencanaan pada masa peralihan musim.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro menyampaikan, SK Siaga Sarurat Bencana Hidrometeorologi Kering baru akan berakhir pada 31 Oktober 2025 mendatang.

Namun BPBD Kabupaten Semarang jauh hari sudah menyusun SK Siaga Darurat Bencana Hidromereorologi Basah yang sudah siap di berlakukan mulai tanggal 1 November 2025.

Maka, nanti di tanggal 30 Oktober 2025 juga akan ada Apel Kesiapsiagaan Bencana tingkat Kabupaten Semarang. Adapun hal ini sudah di sampaikan kepada Bupati Semarang, Kapolres dan juga Dandim 0714/ Salatiga.

“Bahkan seluruh stakeholder penanganan kebencanaan juga sudah dikoordinasikan untuk segera melakukan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah,” jelasnya, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat 24 Oktober 2025.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem, Babak Kualifikasi Arung Jeram Porprov 2025 di Semarang Berlangsung Ketat

Alexander juga menyampaikan, berdasarkan pemetaan lokasi kerawanan bencana, sejumlah wilayah di Kabupaten Semarang memiliki potensi yang beragam. Namun untuk intensitas yang paling tinggi angin ribut (puting beliung), banjir dan tanah longsor.

Sementara untuk bencana gempa bumi di wilayah Kabupaten Semarang, sejauh ini belum ada informasi yang urgent. Namun kepada masyarakat Kabupaten Semarang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

Karena cuaca akhir-akhir ini juga sering sulit diprediksi. Walaupun pagi hingga menjelang siang cuaca cukup panas, tiba- tiba menjadi mendung dan kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Selama Januari 2025, BPBD Ungkap 40 Persen Lebih Daerah di Jateng Terendam Banjir

Selain itu, berbagai wilayah di Kabupaten Semarang memiliki karakteristik kerawanan bencana yang spesifik. Seperti kerawanan angin puting beliunh di Kecamatan Suruh dan Kecamatan Kaliwungu.

Kemudian wilayah dengan kerawanan longsor ada di Kecamatan Banhubiru, Getasan, Unvaran Barat dan Kecamatan Ungaran Timur. “Sedangkan kerawanan banjir ada di Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Tuntang,” tandasnya. (*)

Editor: Farah Nazila

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp