Nasional

Apa Maksud Status MS atau TMS pada Seleksi PPPK 2024? Begini Faktor Penyebabnya

×

Apa Maksud Status MS atau TMS pada Seleksi PPPK 2024? Begini Faktor Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
SKD CASN Semarang | Seleksi PPPK | CPNS Tidak Memenuhi Syarat | CPNS 2024 Jawa Tengah | Dokumen CPNS | pendaftaran formasi CPNS 2023 | ASN Pemprov Jateng
Ilustrasi ASN. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024 masih berada dalam tahap pendaftaran. Pada tahap ini, pelamar perlu melakukan registrasi dan unggah dokumen persyaratan.

Berdasarkan informasi terkini dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), per 11 Oktober 2024, jumlah pendaftar mencapai 215.340 orang. Angka ini kemungkinan akan terus bertambah setiap harinya.

BKN juga menginformasikan bahwa 28.739 pelamar sudah berstatus submit, 7.663 pelamar berstatus Verif MS, dan 633 pelamar lainnya berstatus Verif TMS.

Lantas, apa sebenarnya arti dari status MS dan TMS?

BACA JUGA: Begini Cara Mengatasi Masalah NIK Saat Daftar PPPK 2024

Pengertian MS dan TMS dalam Seleksi PPPK 2024

Status MS atau “Memenuhi Syarat” diberikan kepada pelamar yang dokumen-dokumennya sesuai ketentuan.

Sementara itu, status TMS atau “Tidak Memenuhi Syarat” menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada dokumen atau data pelamar. Hal ini bisa berupa kesalahan dalam mengunggah dokumen atau ketidakcocokan dengan persyaratan yang ditetapkan.

Selain itu, status TMS juga bisa muncul akibat kesalahan verifikasi oleh pihak verifikator. Jika hal ini terjadi, pelamar diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan setelah hasil seleksi administrasi diumumkan.

Masa sanggah ini menjadi waktu bagi pelamar untuk memberikan klarifikasi. Namun, jika sanggahan tersebut tidak terbukti, status TMS akan tetap.

BACA JUGA: Lulusan PPG Merapat, Ini Cara Mudah Daftar PPPK Guru Kemendikbudristek 2024 via SSCASN

Faktor Penyebab Status Tidak Memenuhi Syarat

Beberapa penyebab pelamar mendapatkan status TMS antara lain:

1. Kesalahan dalam memilih formasi yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan;
2. Surat lamaran tidak sesuai dengan format instansi tujuan;
3. Pasfoto atau KTP yang pelamar unggah tidak sesuai dengan persyaratan;
4. Ijazah yang tidak sesuai dengan kualifikasi target;
5. Nilai TOEFL yang kurang atau sertifikat yang sudah tidak berlaku;
6. Surat pernyataan yang tidak sesuai dengan format tujuan;
7. Akreditasi kampus yang tidak memenuhi kriteria dari instansi terkait. (*)