Jateng

Api Abadi Mrapen Kembali Menyala, ESDM Jateng: Bukan Mati, Hanya Mengecil karena Gas Tersumbat

×

Api Abadi Mrapen Kembali Menyala, ESDM Jateng: Bukan Mati, Hanya Mengecil karena Gas Tersumbat

Sebarkan artikel ini
wisata PurwodadiApi Mrapen
Wisata Api Mrapen di Purwodadi saat masih menyala. (Foto: Instagram/@tomsa4492)

SEMARANG, beritajateng.tv – Sempat terlapor mengecil hingga nyaris padam, Api Abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kini kembali menyala.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah memastikan api abadi tersebut tidak benar-benar mati, melainkan sempat terhambat akibat gangguan aliran gas.

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menjelaskan pemicu kondisi tersebut ialah faktor alamiah. Terutama tingginya curah hujan yang menyebabkan sedimentasi dan penyumbatan pada rongga serta saluran gas.

BACA JUGA: Api Abadi Mrapen Padam, Dinas ESDM Jateng: Tak Ada yang Abadi, Gas Bukan Energi Terbarukan

“Mrapen itu laporannya mengecil, mati sih enggak. Itu karena rongga-rongga dan karena banyaknya hujan, ada pelarutan sehingga aliran-aliran gasnya tersumbat,” ujar Agus saat beritajateng.tv jumpai di Kota Semarang, Senin, 9 Februari 2026.

Menurutnya, selain faktor hujan, tidak optimalnya perawatan sumur gas bantu juga berpengaruh. Sumur gas yang sebelumnya dibangun untuk membantu keluarnya gas tidak diaktifkan dalam jangka waktu lama.

Sumur gas yang sudah kami bangun sebelumnya itu tidak ada maintenance. Harusnya kan sumur itu dibersihkan, diambil airnya supaya bersih. Karena tidak diaktivasi, sedimennya menumpuk dan menyumbat saluran-saluran gas,” jelas Agus.

ESDM Lakukan Flushing, Api Abadi Mrapen Kembali Menyala Sejak 6 Februari

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ESDM Jawa Tengah melakukan pembersihan pada sumur gas dan saluran gas yang tersumbat. Proses pembersihan yakni dengan metode flushing atau penyemprotan air untuk menghilangkan endapan sedimen.

“Itu sudah dibersihkan, sudah dilakukan flushing, disemprot pakai air. Gasnya sudah muncul lagi,” kata Agus.

Ia memastikan, berdasarkan laporan lapangan dan dokumentasi video yang pihaknya terima, api abadi Mrapen kembali menyala stabil sejak Jumat, 6 Februari 2026 malam.

BACA JUGA: Nyalanya dari Api Abadi Mrapen, Obor Porprov Jateng XVI 2023 Arakan Bersama Perwakilan Atlet

“Perkembangan terakhir tanggal 8 Februari, sudah nyala bersih lagi. Bahkan setelah dibersihkan itu nyalanya tambah besar,” ujarnya.

Agus menambahkan, kondisi mengecilnya api abadi Mrapen bukan kali pertama terjadi. Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada 2020 lalu.

“Di tahun 2020 pernah juga, bukan mati, tapi mengecil. Faktornya sama, faktor alamiah dan tidak ada perawatan di bagian dalam rekahan-rekahannya,” jelasnya.

Pengambilan Gas Liar Ikut Percepat Redupnya Api Mrapen

Selain faktor alam dan teknis, Agus mengakui aktivitas pengambilan gas secara ilegal oleh warga sekitar turut mempengaruhi keberlangsungan api abadi Mrapen. Menurutnya, gas alam memiliki keterbatasan karena bersumber dari satu reservoir.

“Ada pengaruhnya. Gas itu kan ada kantongnya, namanya reservoir. Kantong besar ini sudah mengalir ratusan tahun. Lama-lama pasti berkurang, apalagi kalau banyak yang mengambil secara ilegal,” ujarnya.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti ban bocor di banyak titik yang akan lebih cepat kempis ketimbang hanya satu lubang.

“Secara alamiah memang begitu. Semua sumber daya yang tidak terbarukan itu lama-lama akan habis,” kata Agus.

Meski demikian, ia menegaskan fluktuasi nyala api abadi merupakan proses alam yang wajar. “Kadang besar, kadang kecil, kadang hilang, kadang muncul lagi. Itu proses alam,” ungkapnya.

BACA JUGA: Selain Pemandian Alam, Berikut 5 Destinasi Wisata Purwodadi Terunik 2024

Sebagai langkah evaluasi, ESDM Jawa Tengah menekankan pentingnya perawatan rutin terhadap saluran gas agar alirannya tetap lancar. Selain itu, pembatasan pengambilan gas secara ilegal juga menjadi perhatian utama.

“Kami bisa me-maintain atau melakukan perawatan terhadap saluran-saluran gas supaya tetap lancar. Dan tentunya membatasi pengambilan gas ilegal di sekitar Mrapen supaya umurnya lebih panjang,” tegas Agus.

Ia menekankan bahwa semua sumber daya, termasuk fenomena alam seperti api abadi, membutuhkan perawatan agar tetap terjaga.

“Semuanya kalau ingin awet ya butuh perawatan. Seperti motor, kalau enggak pernah ganti oli ya cepat rusak, tapi kalau kita rawat ya awet. Saya kira itu,” pungkasnya. (*)

Editor: Mu’ammar R. Qadafi

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp