Politik

Atasi Isu Ketenagakerjaan, Luthfi Bakal Koordinasi dengan Polda Jateng

×

Atasi Isu Ketenagakerjaan, Luthfi Bakal Koordinasi dengan Polda Jateng

Sebarkan artikel ini
luthfi-yasin
Calon Gubernur Jateng nomor urut 2, Ahmad Luthfi dan pendampingnya, Gus Yasin dalam debat ketiga Pilgub Jateng di Semarang. (YouTube/beritajatengtv channel)

SEMARANG, beritajateng.tv – Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) nomor urut 2 Ahmad Luthfi menyampaikan rencananya dalam mengatasi isu ketenagakerjaan di Jawa Tengah. Salah satunya adalah melibatkan Polda Jateng.

Ia mengatakan bahwa desk Ketenagakerjaan yang nantinya berfungsi untuk melindungi para buruh. Desk ini nantinya bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah (Polda Jateng).

“Kami koordinasi dengan Polda Jawa Tengah. Untuk melindungi hak buruh, mulai dari BPJS, dari upah dari PHK apalagi pesangon. Ini adalah perlindungan buruh di Jawa Tengah,” tegasnya dalam debat Pilgub Jateng di Muladi Dome, Universitas Diponegoro Semarang, Rabu 20 November 2024, seperti beritajateng.tv kutip dari beritajatengtv channel.

BACA JUGA: Bawaslu RI Peroleh Titik Temu Soal Prabowo Endorse Luthfi-Yasin: Tinggal Tunggu Surat Mensesneg

Di samping itu, Luthfi juga menyoroti tentang pendidikan di Jawa Tengah. 

“Ketenagakerjaan menjadi PR kita bersama. Paling utama bagaimana pendidikan kita dapat kerja. Oleh karena itu apabila saya dan Gus Yasin terpilih saya pastikan kurikulum Pendidikan kita harus mendekatkan pada kesempatan kerja sehingga lulus sekolah dapat kerja,” tutur Luthfi.

Luthfi – Yasin siapkan perlindungan untuk pekerja wanita

Calon Gubernur Jateng 2024 itu juga sudah menyiapkan program untuk perlindungan perempuan Luthfi. Seperti cuti hamil hingga cuti keguguran.

“Kami juga akan memberi perlindungan buruh perempuan. Bagaimana perempuan mendapat cuti hamil, cuti melahirkan cuti keguguran,” jelasnya.

BACA JUGA: Gelar Konsolidasi di Blora, Sudaryono Yakin Luthfi-Yasin Menang Pilgub Jateng

Sebagai informasi, debat ketiga Pilgub Jawa Tengah 2024 mengangkat tema pendidikan, kesehatan, dan perlindungan kelompok rentan, termasuk isu toleransi budaya.

Debat tersebut berdurasi total 150 menit, 120 menit debat dan 30 menit iklan layanan masyarakat serta iklan komersil.

Kuota pendukung masing-masing paslon hanya 75 orang yang bisa masuk ke lokasi debat. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp