“Pemerintah daerah harus terlibat di dalam hal ini, karena yang diberi makan itu kan anak-anak di wilayah. Yang mendapat makan di Semarang ya orang-orang Semarang, bukan dari Jakarta,” terang Suardi.
Pihaknya, forum seperti ini penting untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus memperbaiki pelaksanaan program secara menyeluruh.
“Kegiatan ini penting sekali supaya kita menemukan satu solusi terbaik untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan Makan Bergizi Gratis. Dengan kolaborasi ini kita bisa mengetahui di mana letak kekurangannya,” katanya.
BACA JUGA: Update Kasus MBG Demak: Nasi Goreng Tercampur Kuah Acar, Tak Ada Chef di SPPG Terkait
Lebih lanjut, Suardi menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor di daerah agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran.
Ia berharap, dengan keterlibatan berbagai pihak tersebut, pelaksanaan MBG ke depan bisa lebih tertata, merata, dan sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.
“Di daerah itu kan ada Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian untuk bahan baku, kemudian Dukcapil untuk data penerima, termasuk Dinas Pendidikan. Kalau melibatkan mereka, mereka akan tahu ini benar atau tidak pelaksanaannya,” pungkas Suardi. (*)
Editor: Farah Nazila





