SEMARANG, beritajateng.tv – Puluhan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tampak antusias mengikuti edukasi mitigasi bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Kamis (31/08/2023).
Tiga anak terlihat menggemaskan karena menggunakan seragam berwarna orange yang sedikit kebesaran bagi mereka. Beberapa lagi cukup dengan menyimak arahan petugas BPBD Jawa Tengah dengan seksama. Mereka adalah siswa Kelompok Bermain (KB) Islam Terpadu Bina Amal.
Suasana meriah memenuhi Kantor BPBD Jawa Tengah. Sebab tak sedikit anak yang berlomba-lomba meminta diperban. Sebagian dari mereka juga menunjukkan minat untuk menjadi pemadam kebakaran. Mereka tidak sedang bermain, melainkan sedang belajar tentang mitigasi bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Tengah Wahjoedi Fadjar mengungkapkan, Jawa Tengah memiliki sekitar 14 ancaman bencana. Oleh sebab itu, pihaknya sengaja memberikan pengajaran kepada anak-anak PAUD guna mengenalkan mitigasi penanggulangan bencana sejak dini.
“Materi-materi yang diajarkan salah satunya teori mengenai bagaimana siswa mengenal ancaman bencana. Karena di Jawa Tengah ada 14 ancaman, kami mengenalkan beberapa ancaman terkait penanggulangan bencana seperti banjir, longsor, hingga gempa bumi,” katanya kepada beritajateng.tv, Kamis 31 Agustus 2023.
Selain pemberian materi, BPBD Jawa Tengah juga memperkenalkan beberapa macam peralatan terkait penanggulangan bencana seperti tenda pengungsi, sepeda motor untuk evakuasi, hingga perahu karet dengan atribut lengkap.
BACA JUGA:Penuh Keceriaan, SLB Negeri Semarang Gelar Karnaval Bertema Teknologi
“Ini sekaligus juga anak-anak di kenalkan dengan beberapa peralatan, intinya terkait bagaimana siswa bisa menginformasikan kepada masyarakat bahwa penanggulangan bencana menjadi urusan kita bersama,” lanjutnya.
BPBD Jateng Ramah Terhadap Anak Dalam Edukasi Mitigasi Bencana
Sementara itu, Wahjoedi turut menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu inovasi terbaru dari BPBD Jawa Tengah. Tujuannya, kata Wahjoedi, supaya BPBD Jawa Tengah memiliki kesan ramah di ingatan anak atau siswa sekolah.
“Karena selama ini terkesan penanggulangan bencana itu kok menakutkan, dan salah satu inovasi BPBD Jateng agar kegiatan-kegiatan terkait penanggulangan bencana dapat siswa sekolah maupun masyarakat umum ketahui,” lanjutnya.
Meski pengajaran lebih banyak seputar penanggulangan bencana, namun pembelajaran lebih mengarah kepada metode pedagogi. Yakni siswa mendapat kesempatan untuk mempraktikkan simulasi secara utuh.
Oleh karenanya, beberapa siswa juga mendapat kesempatan berperan menjadi petugas cilik pemadam kebakaran dengan menyemprotkan APAR ke tong berisi api. Tujuannya, siswa dapat lebih menyadari bahwa penanggulangan bencana menjadi tanggungjawab bersama.
“Outcomenya siswa mampu memahami dan mampu mengaplikasikan saat mereka di masyarakat, jadi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, mereka bisa menyelamatkan diri, dan selanjutnya bisa menyelamatkan orang lain,” pungkasnya.(*)
Editor: Farah Nazila





