Gaya Hidup

Berbagai Macam Tradisi Unik dan Menarik di Malam Nuzulul Quran, Daerahmu Seperti Apa?

×

Berbagai Macam Tradisi Unik dan Menarik di Malam Nuzulul Quran, Daerahmu Seperti Apa?

Sebarkan artikel ini
amalan malam nuzulul qur'an
Malam turunnya Al-Qur'an segera tiba, ini 5 amalan malam Nuzulul Qur'an yang bisa kita amalkan dan semoga kita mendapat pahala dari Allah SWT. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Salah satu peristiwa penting dalam Islam khususnya di bulan suci Ramadan yakni adalah malam Nuzulul Quran.

Peristiwa bersejarah memperingati turunnya Al-Quran yang berlangsung pada 17 Ramadan.

Dalam hal ini, di Indonesia sendiri ada banyak tradisi unik dan menarik dalam memperingati malam tersebut.

BACA JUGA: Tradisi Nyekar Jelang Ramadan, Makam Mbah Sholeh Darat Semarang Diserbu Peziarah

Berikut ini berbagai macam tradisi unik malam Nuzulul Quran yang ada di Indonesia.

Tradisi Malam Nuzulul Quran 

Seribu Tumpeng

Tradisi Seribu Tumpeng menjadi salah satu cara khas masyarakat Keraton Kasunanan Surakarta dalam memperingati Nuzulul Quran.

Dalam tradisi ini, ribuan tumpeng diarak dari Keraton Solo menuju Joglo Sriwedari. Kegiatan tersebut juga dikenal dengan nama Tradisi Maleman Sriwedari.

Masyarakat yang datang dalam perayaan ini dapat menikmati hidangan nasi tumpeng secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur atas turunnya Al-Qur’an.

Suasana acara pun semakin meriah dengan rangkaian doa serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Kuwah Beulangong

Peringatan malam Nuzulul Quran di Aceh memiliki tradisi yang khas.

Masyarakat setempat biasanya merayakannya dengan mengadakan tradisi Kuwah Beulangong, yang juga sering terkenal sebagai Tammat Daruh atau Khatam Al-Qur’an.

Dalam pelaksanaannya, warga berkumpul untuk memanjatkan doa bersama sekaligus menyantap hidangan khas berupa kuwah beulangong.

Sajian ini merupakan gulai daging sapi atau kambing yang masaknya bersamaan dengan nangka muda serta bumbu rempah khas Aceh.

Setelah matang, makanan tersebut kemudian jadi hidangan masyarakat sebagai simbol kebersamaan sekaligus berkah di bulan Ramadan.

BACA JUGA: Jelang Imlek, Warga Tionghoa Blora Gelar Tradisi Ayak Abu di Klenteng Hok Tik Bio

Khataman Al Quran

Masyarakat umumnya berkumpul di masjid atau musala untuk membaca Al-Quran secara bersama-sama hingga khatam, kemudian kegiatan tersebut berakhir dengan doa bersama.

Tradisi ini menggambarkan semangat kebersamaan sekaligus kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran.

Selain itu, momen doa bersama juga bermanfaat untuk memohon keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.