SEMARANG, beritajateng.tv – Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada 12 instansi anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari unsur eksternal, atas peran aktif aktifnya dalam pengendalian inflasi pada 2024.
Penyerahan piagam penghargaan oleh PJ Gubernur Nana Sudjana, dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Penghargaan itu untuk kepada Polda Jateng, Kodam IV Diponegoro, Kejati Jateng, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jateng, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng.
BACA JUGA: Pemprov Jateng Terima Hibah 2 Truk dari BI untuk Kendaraan Pengendali Inflasi
Kemudian, Perum Bulog Kanwil Jateng, Forum BPR BKK Jateng, Forum Badaan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bidang Jasa dan Produksi Jateng, PT BPR BKK Jateng (Perseroda), PT Jamkrida Jateng (Perseroda), PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda).
Nana mengatakan, alasan pemberian penghargaan itu, karena Jawa Tengah belum lama ini mendapat penghargaan sebagai TPID terbaik se-Indonesia.
Menurjt dia, kinerja pengendalian inflasi Pemprov Jateng selama tahun 2024 di nilai positif. Tingkat inflasi Desember 2024 sebesar 1,67 persen year on year (y-o-y).
Nana menyampaikan terimakasih kepada TPID atas kinerjanya dalam pengendalian inflasi.
“Semoga dengan penghargaan ini, jadi membuat kita terlecut untuk lebih baik lagi dalam pengendalian inflasi,” ujar Nana.
Kinerja TPID, lanjut Nana, sekaligus mendukung program Presiden RI, terutama ketahanan pangan, pengentasan masyarakat dari kemiskinan, pengangguran, hingga stunting. Dia berharap, langkah-langkah yang telah berjalan, mendapatkan hasil yang baik.
“Dengan penghargaan tadi, pada 2025 ini semoga jadi amanat baru untuk TPID Jateng dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra menilai positif langkah Pemprov dalam mengantisipasi kenaikan harga beras yang merupakan volatile food.
Rahmat membeberkan, Pj Gubernur Nana Sudjana bersurat kepada pemerintah kabupaten/ kota untuk mereplikasi keberadaan toko Pangan Aman Tersedia untuk Warga Kita (Pandawa Kita). Upaya itu berhasil menurunkan angka inflasi komoditas beras sebesar 17,58 persen.





