Ekbis

Berkonsep Ramah Lingkungan, Cluster Sakalint The Grandia Metropolis Jadi Percontohan Hunian Hijau

×

Berkonsep Ramah Lingkungan, Cluster Sakalint The Grandia Metropolis Jadi Percontohan Hunian Hijau

Sebarkan artikel ini
Berkonsep Ramah Lingkungan, Cluster Sakalint The Grandia Metropolis Jadi Percontohan Hunian Hijau
Launching Hunian Berkonsep Ramah Lingkungan, Cluster Sakalint The Grandia Metropolis, Ngaliyan, Kota Semarang. (Ellya/beritajateng.tv)

SEMARANG, beritajateng.tv – Cluster Sakalint di kawasan The Grandia Metropolis hunian ramah lingkungan Ngaliyan, Kota Semarang ini resmi launching.

Klaster hunian merupakan kawasan green residential yang mengedepankan sistem teknologi ramah lingkungan dan efisiensi energi dalam pengelolaan kawasan.

Peresmian secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam sambutannya, ia menyebut pengembangan Cluster Sakalint sebagai langkah konkret menuju hunian masa depan yang sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah berbasis ekonomi hijau dan energi terbarukan.

“Di kawasan ini sudah menerapkan pengelolaan energi, pengelolaan sampah, hingga penataan utilitas yang rapi tanpa kabel bergelantungan. Konsep seperti ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat ke depan,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan pengembang swasta dalam memenuhi kebutuhan papan masyarakat Jawa Tengah yang terus meningkat.

“Kebutuhan hunian di Jawa Tengah sangat besar. Kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan perumahan tetap sejalan dengan kepentingan publik dan pembangunan berkelanjutan,” tutupnya.

Cluster Sakalint telah The Grandia Group kembangkan sebagai bagian dari kawasan The Grandia Metropolis yang memiliki luas sekitar 40 hektare. Klaster ini berada pada tahap pengembangan kelima, dengan luas sekitar 5 hektare dan total 44 unit rumah.

BACA JUGA: The Grandia Group Gandeng Dekoruma Tawarkan Hunian Siap Furnished di Semarang, Mulai Rp800 Jutaan

Co-Founder The Grandia Group, Aurellia Inez Megaputri, menjelaskan bahwa konsep green living yang tidak hanya berfokus pada material bangunan, melainkan pada sistem teknologi yang mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Green living yang kami terapkan fokus pada sistemnya. Salah satunya adalah penggunaan jaringan listrik bawah tanah atau underground electricity. Menurut Jateng Petro Energy, ini menjadi indikator kawasan yang menerapkan konsep hunian ramah lingkungan,” kata Aurellia.

Selain sistem kelistrikan, pengembang juga merancang pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan panel surya untuk kantor pengelola kawasan.

Tak hanya itu, Cluster Sakalint juga akan menggunakan gas metana sebagai alternatif pengganti LPG di lingkungan perumahan.