SEMARANG, beritajateng.tv – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menutup sebanyak 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar keselamatan pangan, selama ia bertugas memimpin lembaga penyelenggara program MBG.
“Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya maka dengan berat hati harus saya tutup permanen,” kata Sudaryono di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.
Langkah tegas tersebut ԁiambil oleh BGN guna mengevaluasi adanya kasus keracunan makanan di Brastagi. Serta menjaga kualitas pemenuhan gizi anak-anak di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa pengawasan uji organoleptik berupa tes bau dan rasa saja belum cukup untuk mendeteksi kontaminasi bahan kimia berbahaya pada makanan.
BACA JUGA: Muhammadiyah Kelola 108 Dapur MBG di Jawa Tengah, Seleksi Unit Baru SPPG Diperketat
Oleh karena itu, BGN berencana menyediakan fasilitas test kit kimiawi di setiap dapur SPPG. Hal itu untuk mendeteksi racun seperti arsenik dan pembusukan makanan.
Metode penggunaan test kit tersebut ԁiadopsi dari keberhasilan SPPG yang ԁikelola oleh Bhayangkari Polri karena terbukti mencatatkan nol kasus keracunan. (ant)
Sumber: Antara





