Jateng

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Tengah Turun 307,9 Ribu: Kenaikan Upah Buruh Berpengaruh

×

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Tengah Turun 307,9 Ribu: Kenaikan Upah Buruh Berpengaruh

Sebarkan artikel ini
Jawa Tengah Miskin | Miskin Ekstrem kemiskinan jawa tengah
Ilustrasi rumah tak terawat. (Foto: Freepik)

SEMARANG, beritajateng.tv – Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2024 tercatat sebanyak 3,4 juta orang. Angka ini menurun sebesar 307,9 ribu orang dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 3,7 juta orang.

Data tersebut sebagaimana penuturan Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, pada Rabu, 15 Januari 2025.

“Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah per September 2024 mencapai 3,4 juta orang, turun daripada Maret 2024 yang mencapai 3,7 juta orang,” ungkap Endang.

BACA JUGA: Targetkan Angka Kemiskinan Jawa Tengah Turun ke Satu Digit di 2025, Dinas Sosial: Paling Tidak Jadi 9,9 Persen

Menurutnya, peningkatan pengeluaran rumah tangga selama triwulan III 2024 menjadi salah satu faktor penurunan angka kemiskinan.

Selain itu, inflasi yang lebih rendah pada September 2024, yakni sebesar 1,57 persen daripada Maret 2024 yang mencapai 3,5 persen, turut memengaruhi tren positif ini.

BACA JUGA: Serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan, BPK RI Soroti Kemiskinan di Kebumen, Brebes, dan Sragen

“Selama Maret hingga September juga terjadi kenaikan rata-rata upah buruh dari Rp2,2 juta menjadi Rp2,4 juta per bulan,” tambah Endang.

Dari sisi persebaran, jumlah penduduk miskin di pedesaan tercatat sebanyak 1,71 juta orang, sementara di wilayah perkotaan mencapai 1,68 juta orang.

BACA JUGA: Video Target Kemiskinan Jateng Satu Digit di 2025

Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Emma Rahmawati, mengapresiasi hasil positif ini.

“Ini penurunan kemiskinan terbesar yang mencapai tiga digit,” ujarnya.

Emma menambahkan bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari berbagai upaya keras pemerintah daerah, seperti pendampingan desa, mendorong anak-anak kembali ke sekolah, dan menekan angka kematian ibu melalui peningkatan layanan kesehatan. (*)

Simak berbagai berita dan artikel pilihan beritajateng.tv dengan bergabung ke saluran kami.

Gabung Channel WhatsApp