SEMARANG, beritajateng.tv – Suasana Alun-Alun Kauman Masjid Agung Kota Semarang mendadak semarak dengan parade kostum dan berbagai pertunjukan dalam keg Kirab Nostalgia Dugderan, Jumat, 18 September 2026 sore.
Kirab dugderan itu digelar Pemerintah Kota Semarang sebagai bagian dari rangkaian penyambutan MTQ Nasional XXXI. Berbeda dengan Dugderan pada umumnya, kegiatan kali ini digelar di luar momentum menjelang Ramadan.
Meski demikian, nuansa khas Dugderan tetap terasa. Sejumlah komunitas menampilkan beragam kostum, termasuk Semarang Night Carnival yang membawa 19 kontingen.
Maskot dari Berbagai Konsep Nasional dan Internasional
Wakil Ketua Komunitas Semarang Night Carnival, Bagus Maulana, setiap kontingen nantinya diwakili satu kostum sebagai bagian dari penampilan komunitas.
“Jadi ini nanti setiap kontingen akan diwakili oleh satu kostum. Total kontingennya ada 19 kontingen,” kata Bagus di sela-sela persiapan acara.
Kostum yang ditampilkan dalam kirab kali ini antara lain Toraja, Phoenix Tiongkok, Siam Kingdom Thailand, dan Sakura Jepang berwarna pink.
Kemunculan kembali suasana Dugderan juga menarik perhatian warga Semarang. Salah satunya Leni (33), warga Roro Jonggrang, Manyaran, yang datang bersama anak-anak dan tetangganya.
BACA JUGA: Kafilah MTQ Nasional XXXI Disebut Kepincut Batik Pewarna Alam Malon Semarang
Perempuan asli Semarang itu mengaku tidak selalu menghadiri setiap karnaval. Namun, ketika ada acara yang menarik, ia menyempatkan diri datang untuk melihat langsung kemeriahannya.
“Ya, seru. Seru banget,” kata Leni.
Menurut Leni, dengan adanya Kirab Nostalgia Dugderan, ia merasa seperti kembali ke nuansa bulan Ramadan. “Iya, kaya kembali ke bulan puasa. Ramainya,” ucapnya.
Semarakkan MTQ Nasional XXXI
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, Kirab Nostalgia Dugderan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan tradisi khas Semarang kepada masyarakat dari luar daerah yang hadir dalam rangka MTQ Nasional XXXI.
“Memberi salah satu narasi cerita kepada para tamu dari luar Kota Semarang bahwa di Kota Semarang ada seperti ini,” kata Agustina.





